Peta Kawasan Rawan Bencana Tangkuban Parahu

Peta Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gunung Api adalah peta petunjuk tingkat kerawanan bencana suatu daerah apabila terjadi letusan gunung berapi. Peta ini menjelaskan tentang jenis dan sifat bahaya gunung api, daerah rawan bencana, jalur penyelamatan diri, lokasi pengungsian dan pos penanggulangan bencana. Menurut BNPB Kawasan Rawan Bencana (KRB) Tangkuban Parahu dibagi menjadi 3 tingkatan dari rendah ke tinggi yaitu KRB I, KRB II, KRB III.

1. Kawasan Rawan Bencana I (Radius > 5km dari pusat erupsi)
KRB I adalah kawasan yang berpotensi terlanda lahar/banjir dan tidak menutup kemungkinan dapat terkena perluasan awan panas dan aliran lava. Kawasan ini terletak di sepanjang sungai/ di dekat lembah sungai atau bagian hilir sungai yang berhulu di daerah puncak. Selama letusan membesar, kawasan ini berpotensi tertimpa material jatuhan berupa hujan abu lebat dan lontaran batu (pijar).
KRB I dibagi menjadi dua, yaitu :

a) Kawasan rawan bencana terhadap aliran massa berupa lahar/banjir, dan kemungkinan perluasan awan panas dan aliran lava. Kawasan ini terletak disepanjang sungai atau didekat lembah sungai yang berhulu ke puncak Tangkuban Parahu. Daerah yang berpotensi terkena lahar adalah : pemukiman disekitar lembah sungai Ciasem (hulu), Cimuja, Bojong Rangkas dan semua daerah yang berwarna kuning pada peta KRB.

b) Kawasan rawan bencana terhadap jatuhan berupa hujan abu tanpa memperhatikan arah tiupan angin dan kemungkinan dapat terkena lontaran batu (pijar). Kawasan yang berpotensi dilanda jatuhan piroklastik (hujan abu) dapat mencapai lebih dari radius 5 km, hingga puluhan km dari pusat erupsi.

2. Kawasan Rawan Bencana II (Radius 1 – 5 km dari pusat erupsi)
Secara umum yang disebut KRB II dibagi 2 :

a) Kawasan rawan bencana terhadap aliran massa berupa aliran lava, gas beracun, kemungkinan awan panas dan lahar. Bila terjadi awan panas (meskipun jarang terjadi), daerah yang berpotensi terkena diperkirakan hanya sekitar kawah saja, mengalir ke lembah Cikoneng hingga radius sekitar 5.5 Km dan mengalir ke lembah Cipangasahan via Dawuan (Gracia) ke arah timur gunung Palasari hingga radius 5.5 km. Daerah yang berpotensi terkena lava adalah lereng timur laut (Cipangasahan) meskipun kecil kemungkinannya. Daerah yang berpotensi terkena lahar adalah daerah aliran hulu sungai di utara (Cikoneng) dan timur laut (Cipangasahan) yang diarsir warna merah muda pada peta KRB.

b) Kawasan rawan bencana terhadap jatuhan piroklastik seperti jatuhan seperti lontaran batu (pijar) dan hasil erupsi freatik. Semua daerah pada radius 5km dari pusat erupsi berpotensi dilanda hujan abu lebat.

3. Kawasan Rawan Bencana III (Radius 0.5 – 1 km dari pusat erupsi)
KRB III adalah kawasan yang letaknya dekat dengan pusat letusan yang sering terlanda gas beracun, lontaran batu pijar, aliran lava, erupsi freatik dan kemungkinan awan panas. Yang termasuk kawasan ini sekitar parkiran hingga hutan sekitar Tangkuban Parahu (yang diarsir warna ungu pada peta KRB).

Keterangan :
Lava : Materi Erupsi gunung api yang berupa zat cair yang umumnya keluar secara meleleh (effusif).

Lahar adalah lava yang tercampur dengan air (baik air hujan ataupun lainnya seperti danau di sekitar gunung) sehingga menjadi jenuh dan membentuk aliran yang meluncur dengan kecepatan tinggi menuruni lereng hingga jarak puluhan kilometer. Apabila lava yang tercampur air masih panas atau baru keluar dari dapur magma pasca erupsi maka menghasilkan lahar panas. Sebaliknya apabila lava sudah tertimbun lama dilereng gunung setelah erupsi lalu tercampur air pada musim hujan maka akan menghasilkan aliran lahar dingin.

Peta Kawasan Rawan Bencana Tangkuban Parahu, Subang Hingga Radius 5 Km
Peta Kawasan Rawan Bencana Tangkuban Parahu, Subang Hingga Radius 5 Km
Peta Kawasan Rawan Bencana Tangkuban Parahu, Subang
Peta Kawasan Rawan Bencana Tangkuban Parahu, Subang

Berita Terkait: