Inilah Kondisi Terakhir Tangkuban Parahu

Foto Udara Tangkuban Parahu Tahun 1928

Foto Udara Tangkuban Parahu Tahun 1928

Sejak dinaikan statusnya menjadi wasapada level II tanggal 5 Oktober lalu, hingga saat ini TWA Tangkuban Parahu masih di tutup untuk umum. Meskipun saat ini sudah tidak lagi terjadi letusan freatik, namun aktivitas vulkanik Tangkuban Parahu masih fluktuatif sehingga statusnya belum ditureunkan kembali.

Menurut Pejabat Pelaksana Bidang Penyelidikan Pengamatan Gunung Api PVMBG, I Gede Suantika, berdasarkan pengamatannya secara visual pada pagi tadi tidak ada tanda-tanda peningkatan kegiatan di Kawah Ratu. Meskipun demikian aktivitas vulkanik berupa gempa vulkanik dangkal dan dalam masih terekam. Gede Suantika mengatakan, dalam 3 hari ini terekam tremor dengan durasi 6 menit yang semakin meningkat.

“Tremor ini merupakan cerminan adanya aliran fluida gas atau migrasi tekanan ke permukaan,” jelasnya.
Selain terjadinya tremor, menurut Gede Suantika, dari hasil pengukuran yang dilakukan hari ini, Selasa 15 Oktober 2013 terdapat peningkatan konsentrasi gas berbahaya di sekitar Tangkuban Parahu.

Kandungan gas SO2 yang keluar dari kawah telah berada pada angka 14 ppm, melebihi ambang yang batas tidak berbahaya bagi manusia sekitar 10 ppm. Gas SO2 (belerang dioksida) mempunyai sifat tidak berwarna, tetapi berbau sangat menyengat dan dapat menyesakkan napas meskipun dalam kadar rendah. Adapun kandungan gas H2S tercatat 4 ppm atau dua kali lipat di atas ambang batas normal, 2 ppm. Menurut Suantika, semakin jauh jarak dari kawah, maka semakin lemah konsentrasi gas berbahayanya.

Berdasarkan hasil pengamatan tersebut maka hingga saat ini (15/10/2013) status Tangkuban Parahu masih pada tingkat Waspada Level II. Rekomendasi PVMBG juga belum berubah, jarak aman bagi warga adalah diluar radius 1.5 km dari pusat kawah Ratu Tangkuban Parahu.