Usung Konsep Go Green, Event Reggae Terbesar Digelar di Lanud Suryadarma Sabtu ini

KOTASUBANG.com, Subang – Lima tahun sukses digelar di Bali dari taun 2015 hingga tahun 2019, event bertajuk Reggae Star Festival siap digelar di tatar Pasundan tahun 2020 ini. Subang, dijadikan tuan rumah untuk acara musik reggae bergengsi yang digadang-gadang terbesar se-Asia Tenggara tersebut. Gelaran musik bertajuk “Charity Concert Jawa Barat Reaggae Star Festival 2020 (JBRSF2020)” akan di gelar di Lanud Suryadarma, Kalijati, Subang, Sabtu  29 Februari 2020.

Project Leader JBRSF2020, Arya Putra mengungkapkan sesuai namanya, event ini bukan hanya sebuah konser musik reggae semata, tapi sebuah konser amal yang mengusung konsep kepedulian terhadap lingkungan. Konser ini diharapkan bisa membawa pengaruh yang signifikan terhadap usaha untuk mendorong kesadaran kolektif terhadap isu lingkungan hidup juga sebagai ajang promosi potensi wisata berbasis event. Hal itu disampaikan dalam Konferensi Pers yang digelar di Lanud Suryadarma (Rabu (26/2/2020).

Danlanud Suryadarma, Marsma TNI I Wayan Sulaba, sangat mendukung kegiatan Jabar Reggae Star Festival dan mempersilahkan kegiatan tersebut dilaksanakan di Lanud Suryadrama. Hal tersebut karena sesuai dengan komitmen Lanud Suryadarma dalam gerakan mengkampayekan isu lingkungan. Program ini sangat sejalan dengan program Lanud yang dicanangkan yakni Lanud Suryadarma Go Green.

“Komitmen kita selalu mendukung kegiatan yang berhubungan dengan kelestarian lingkungan. Maka dari itu kita dukung penuh kegiatan ini,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosadi. Pihaknya menyatakan sangat mendukung kegiatan yang dilaksanakan komunitas reggae untuk mengkampanyekan isu lingkungan.

“Saya tidak banyak pikir panjang, saya langsung silakan. Apalagi bertemakan lingkungan. Isu lingkungan saat ini sangat krusial. Urusan sampah tidak kunjung selesai. Maka dari itu kegiatan seperti ini harus didukung,” katanya.

Kegiatan bertaraf nasional ini tentunya akan menjadi promosi gratis bagi wisata di Subang.

“Semoga kegiatan ini bisa membawa manfaat juga bagi pelaku UKM di Subang. Saya akan promosikan juga kepada ASN untuk hadir dalam acara ini,” katanya.

Workshop membuat tas ramah lingkungan di Lanud Suryadarma

Berbagai rangkaian kegiatan menuju JBRSF2020 telah digelar sejak bulan November 2019, diawali dengan pelepasan bibit ikan dan aksi bersih-bersih sungai di sekitar Wisma Karya Subang serta penampilan live musik band-bank lokal.

Bulan Desember 2019 digelar acara Rastamanis : Gerak Aksi Nyata Menaggulangi Sampah Plastik yang berkolaborasi dengan program Go-green Lanud Suryadarma, di kompleks Lanud Suryadarma, Kalijati. Acara diisi dengan talkshow edukatif, workshop totebag dari limbah kaos dan workshop ecobrikcs. Masih di bulan yang sama digelar Reggaeducation di Aula Pemkab Subang. Acara ini diisi dengan talkshow bertema lingkungan, pemutaran film, fun games, live music dan beragam acara lainnya.

Selanjutnya pada bulan januari 2020 telah dilaksanakan kegiatan Olah Reggae, yaitu aksi membersihkan lingkungan dari sampah plastik secara masal yang dilakukan serentak di 12 kota/kabupaten di Jawa Barat.

Acara puncak konser JBRSF2020 akan diawali penampilan kesenian tradisonal khas Subang dan penanaman 500 pohon di sekitar area Lanud Suryadarma.

 

Founder Reggae Star Festival Bali, Agung Ngurah menambahkan, konser ini menjadi salah satu acara terbesar di Jawa Barat. Ia berharap seteah event ini selesai, kampanye kepedulian terhadap lingkungan harus terus digelorakan.

“Festival Reggae Star Festival bahkan menjadi event reggae terbesar di tingkat Asia. Persiapan sudah oke, secara isu sudah baik. Harapan kami konser besok, setelah festival berhenti gerakannya tidak berhenti. Suarakan terus kampanye lingkungan,” katanya.

Pada pelaksanaannya konser ini akan menghadirkan puluhan artis lokal dan sederet artis nasional yaitu Combrove, Rumput laut, Another Project, Marapu, Coffee Reaggae Stone, The Paps, Momonon, Joni Agung, Souljah dan Tony Q Rastafara. Ribuan penggemar musik reggae sudah membeli tiket dan dipastikan hadir untuk menyaksikan acara ini dan ribuan lainnya diperkirakan akan hadir pada saatnya.

Event yang akan dihadiri oleh ribuan orang ini merupakan salah satu bentuk Music Tourism yang kini mulai dilirik sebagai cara untuk menggaet wisatawan untuk berkunjung ke suatu wilayah melalui pagelaran musik. Pada akhirnya ini menjadi potensi yang dapat menimbulkan multiplier effect bagi masyarakat daerah tersebut, dalam hal ini Kabupaten Subang.