Diduga Karena Limbah, Ribuan Ikan Native di Sungai Cipunagara Desa Wisata Cibuluh Mati

KOTASUBANG.com, Subang – Masyarakat desa wisata Cibuluh, Kecamatan Tanjungsiang menyayangkan kejadian matinya ribuan ikan yang sebagian besar merupakan ikan native atau ikan asli di sungai Cipunagara, Rabu (19/2/2020). Warga desa Cibuluh menduga matinya ikan-ikan tersebut disebabkan limbah yang mencemari sungai.

Warga setempat Daming Agus mengungkapkan, ini bukan kejadian pertama kali, namun berulang setiap tahun ketika musim hujan dan terjadi saat air bah datang.

“Ini benar-benar mematikan potensi Cibuluh, baik dari sisi ekonomi, pariwisata, maupun budaya sungai. Perlu diingat, kerugian bagi Cibuluh bukan ikan native yang mati, tapi penghiudupan masyarakat desa juga dimatikan. Ini kerugian yang jauh lebih besar dibandingkan hanya sekedar berkilo-kilo ikan mati,” ungkapnya.

Jika ini terus dibiarkan kata Daming, dampaknya Cibuluh tidak lagi bisa menjual sungai sebagai daya tarik wisata. Budaya sungai seperti ngecrik, ngagogo dan lainnya, tidak bisa lagi dihidupkan dan pelan pelan akan hilang. Dengan demikian pemanfaatan sungai bagi pariwisata Cibuluh, bakal tidak bisa lagi dilakukan. Cibuluhakan  kehilangan manfaat ekonomi dari pemanfaatan sungai.

“Kalau pemerintah Subang tetap membiarkan kejadian-kejadian seperti ini, tunggu tanggal mainnya bila suatu saat nanti subang akan kehilangan sumber daya alam yang saat ini menjadi keunggulan Subang,” lanjutnya.

Pendamping desa wisata Cibuluh dari Bale Budaya Bandung Bambang Subarnas juga mengaku kecewa dengan kejadian ini. Jika dihitung katanya, dalam setahun saja ekonomi yang berputar di Cibuluh melalui pemanfaatan sungai, denga promosi wisata ala kadarnya, dari festival, dari tubing, dari ulin cai, kuliner dan lain-lain mencapai angka diatas 1 M.

“Jadi, buat Cibuluh soal ini sangat serius, bukan main-main. Harus ketemu pelakunya jika memang ada yang buang limbah,” katanya.