Kreatif, Desa Wisata Cibuluh Gelar Festival Angin

KOTASUBANG.com, Tanjungsiang – Desa wisata Cibuluh terus berkreatifitas dan berinovasi, untuk lebih menarik wisatawan bulan ini di desa wisata Cibuluh digelar Festival Angin. Festival diisi dengan berbagai kreatifitas seni masyarakat desa Cibuluh, diantaranya dengan membuat intalasi bendera dan kincir angin yang dipasang di lingkungannya masing-masing. Berbagai acara termasuk pementasan seni juga digelar hampir setiap akhir pekan.

Acara festival dibuka oleh Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi, di lapangan Sepak Bola desa wisata Cibuluh, Sabtu (8/2/2020). Dalam sambutannya, Wakil Bupati sangat mengapresiasi kreatifitas dan inovasi yang telah dilakukan Bumdes Cibuluh  dalam mengoptimalkan potensi alam dan budaya desa Cibuluh sebagai salah satu desa wisata di Kabupaten Subang.

“Atas nama Pemda, saya sangat mengapresi Festival Angin ini, dalam rangka meningkatkan potensi desa, sehingga diharapkan dapat menarik orang datang berkunjung ke desa wisata Cibuluh. Semoga Desa Cibuluh makin berkembang, wisatanya makin maju,” katanya.

Menurut Bambang Subarnas dari Bale Budaya Bandung, masyarakat Cibuluh sudah lama mengenal musin angin barat, yaitu hembusan angin yang datang dari arah laut Jawa Indramayu menuju kearah selatan, melalui celah lembah antara gunung Pasir Ciheulang, Gunung Banjaran, dan gunung Pasir Cigore. Hembusan angin dari lembah dan naik ke arah perbukitan Gunung Canggah itu berlangsung selama 3 bulan, yaitu dari bulan Desember sampai Maret. Menyambut angin barat ini, biasanya masyarakat memiliki tradisi mendirikan kolecer.

Dilihat dari sudut kepariwisataan, potensi alam dan budaya ini merupakan daya tarik yang bisa memberi manfaat untuk masyarakat. Akar tradisinya telah hidup lama, kemudian dikemas dan secara bertahap dikembangkan ke arah kesadaran pemanfaatan energi angin.

“Maka, jadilah event ini diberi nama Festival Angin. Festival Angin ke 1 tahun 2020 ini dianggap sebagai dummy yang akan dievaluasi bersama setelah event selesai. Event ini berlangsung selama bulan Februari, bersamaan dengan momentum peringatan Hari Ulang Tahun Desa yang jatuh setiap 5 Februari. Materi kegiatan merupakan hasil musyawarah warga, kemudian disusun menjadi materi kegiatan yang berlangsung setiap hari Sabtu dan Minggu selama bulan Februari,” jelasnya.

“Seperti juga kepariwisataan desa, Festival Angin merupakan alat untuk mendorong inisiatif dan

kreatifitas warga desa dan memetik manfaat bersama seluruh stake holder Desa Wisata Cibuluh, pungkasnya.