Buah Naga Kuning Tanpa Duri Mulai Dipopulerkan di Indonesia oleh Petani Muda Subang

Dedi Sumardi, kembangkan buah naga kuning tanpa duri di kebunnya Kiwari Farm, Dawuan.

KOTASUBANG.com, Subang – Siapa tak mengenal buah naga, buah kaya manfaat yang berasal dari Meksiko dan Amerika Selatan ini kini banyak dibudidayakan di Indonesia, termasuk di Subang. Masyarakat banyak mengenal buah naga berwarna merah dan putih. Adapula buah naga kuning yang masih jarang di pasaran.

Belum lagi buah naga kuning membanjiri pasaran, kini mulai dibudidayakan buah naga kuning tanpa duri. Tapi, masyarakat harus bersabar dulu, karena buah naga kuning tanpa duri ini, baru saja mulai dibudidayakan, jadi belum umum di pasaran.

Adalah Dedi Sumardi petani buah naga di Kiwari Farm Dawuan, yang mulai mengintroduksi buah naga kuning tanpa duri di Subang bahkan di Indonesia. Berawal dari media sosial, melalui temannya dirinya mendapatkan bibit buah naga kuning tanpa duri ini dari petani Thailand.

Setelah ditanam, ternyata buah naga kuning tanpa duri ini tumbuh dan berbuah baik di Subang. Karenanya dirinya kemudian menanam 100 batang bibit pohon buah naga kuning tanpa duri ini dan berencana menanam hingga 1000 pohon tahun ini. Dirinya juga telah mengirimkan bibit pohon buah naga kuning ini ke Kalimantan, Lampung dan Surabaya. Dedi bertekad mempopulerkan buah naga tanpa duri ini di Indonesia, di mulai dari Subang.

“Dengan penanaman dalam jumlah besar, buah naga kuning tanpa duri ini akan segera dinikmati oleh masyarakat baik kelas menengah ke atas maupun masyarakat bawah. ‌Bahkan, kedepan buah naga kuning tanpa duri ini kemungkinan bisa menggantikan buah naga merah dan putih yang saat ini berkembang di Indonesia,” ungkap petani muda Subang ini.

Menurut petani yang mulai terjun ke dunia buah naga sejak tahun 2011 ini, buah naga kuning tanpa duri juga terkenal dengan Sebutan Isis Gold atau Golden Dragon. Buah naga jenis ini pertama kali di produksi dan dipopulerkan di Israel pada tahun 1990an. Buah naga ini adalah hasil persilangan manual bukan hasil rekayasa genetika antara buah daging putih kulit merah dengan buah naga kuning dari Colombia.

“Buah naga kuning tanpa duri memiliki keunggulan mampu beradaptasi pada kondisi lahan marginal dan ekstrem yang kekurangan air, baik di dataran rendah maupun tinggi,” kata Dedi.

Sementara jenis buah naga kuning lainnya yaitu Colombia dan Palora hanya baik ditanam di dataran tinggi.