Ada Apa di Puncak Gunung Aseupan, Desa Wisata Cibuluh ?

KOTASUBANG.com, Subang – Desa Wisata Cibuluh Tanjungsiang, memiliki pesona yang menarik di setiap sudutnya. Salah satu spot menarik di desa wisata Cibuluh adalah sebuah bukit yang berada di kampung Pangkalan yang biasa disebut gunung Aseupan. Dinamakan demikian karena bukit ini menyerupai aseupan atau alat menanak nasi tradisional yang terbuat dari bambu yang berbentuk kerucut. (baca juga : Serunya Melihat Bulan, Main di Sungai dan Belajar Sejarah di Desa Wisata Cibuluh, Subang)

Bukit yang terlalu tinggi ini dikelilingi oleh sungai, pesawahan dan hutan. Cukup 5 menit untuk mencapai puncak bukit ini dari bawah.

Menurut pengelola desa wisata Cibuluh, Udan Karyawan, lokasi ini merupakan titik akhir arung jeram sungai Cipunagara yang mengambil start di Nusa Jajaway, Ciseupan.

“Wisatawan yang berarung jeram di sungai Cipunagara akan berakhir di area ini. Setelah berarung jeram biasanya wisatawan disuguhi makan di atas bukit ini,” kata Udan. (baca juga : Serunya Arung jeram di Desa Wisata Cibuluh)

 

Makanan tradisional khas desa wisata Cibuluh akan disajikan kepada wisatawan, seperti nasi liwet, nasi leumeung atau lemang atau nasi yang dibakar di dalam bambu dan beraneka menu khas kampung lainnya, seperti jengkol goreng, lalap sambal, iwung hingga beragam olahan ikan yang diperoleh warga dari sungai. Tentunya untuk mencicipi beragam menu ini wisatawan harus memesan terlebih dahulu.

Dari puncak bukit ini, wisatawan bisa berfoto-foto dibeberapa spot yang telah disiapkan dengan latar belakang hutan, sawah dan sungai.

Kawasan ini juga merupakan penghasil buah manggis. Jika musim manggis tiba, pengunjung bisa memetik dan membeli langsung manggis dari para petani di sana. (baca juga : Festival 7 Sungai #4 Berlangsung Meriah Dihadiri Wisatawan dari Berbagai Daerah)