Serunya Main Arung Jeram di Desa Wisata Cibuluh, Subang

KOTASUBANG.com, Subang – Sudah pernah berkunjung ke desa wisata Cibuluh, Tanjungsiang ?. Desa wisata yang terkenal dengan Festival 7 Sungai ini, kini menawarkan atraksi wisata yang menarik, yaitu rafting atau arung jeram dan river tubbing.

Desa wisata ini memang unik karena dilalui oleh 7 sungai besar sekaligus yaitu sungai Cipunagara, Cinyaro, Cilandesan, Citeureup, Cikaruncang, Cikembang, dan Cileat. Tak heran, bermain-main air di sungai menjadi salah satu atraksi utamanya.

Nah, untuk arung jeram kita bisa memilih antara 2 aliran sungai yang sudah biasa digunakan untuk rafting. Rute pertama menggunakan aliran sungai Cikembang, sedangkan rute yang kedua menggunakan aliran Cipunagara. Untuk rafting di sungai Cikembang akan mengambil start di Kampung Bolang 1 dan berakhir di Nusa Jajaway, sedangkan untuk rafting di aliran sungai Cipunagara, akan mengambil start di Nusa Jajaway dan berakhir di Leuwi Munding, gunung Aseupan.

Kedua rute tersebut sama-sama akan menghabiskan waktu tempuh sekitar 1 hingga 1.5 jam. Waktu tersebut tak akan terasa lama karena selama rafting wisatawan akan mengalami keseruan sekaligus ketegangan menaklukan jeram-jeram sungai. Dalam perjalanan menaklukan jeram wisatawan juga akan disuguhi pemandangan indah berupa pesawahan, perkampungan hingga hutan.

Bagi yang ingin menjajal adrenalin dengan petualangan sedikit lebih ekstrim, wisatawan bisa memilih rute yang kedua, yaitu aliran sungai Cipunagara. Warga menyebutnya Track 7 Leuwi, karena selama perjalanan akan melalui 7 buah leuwi atau lubuk, yaitu ; Leuwi Orok, Leuwi Bayongbong, Leuwi Panjang, Leuwi Halang, Leuwi Budah, Leuwi Cadas dan finish di Leuwi Kamunding di bawah gunung Aseupan.

Kok, bisa ya leuwi-leuwi dinamakan seperti itu, silahkan tanya sejarahnya kepada pemadu di sana nanti.

Puas menikmati rafting atau tubbing wisatawan bisa menikmati hidangan makan siang khas desa wisata Cibuluh, tentunya dengan biaya tambahan. Jika mengambil rute pertama, makan siang disiapkan di Nusa Jajaway, sedangkan jika mengambil rute kedua, makan siang akan disiapkan di puncak gunung Aseupan sambil menikmati keindahan alam dari atas puncak gunung. Tenang saja, tak perlu mendaki lama mencapai puncak gunung Aseupan, karena sebenarnya hanya berupa bukit yang tak terlalu tinggi.

Jika beruntung, wisatawan bisa mecicipi kuliner dari ikan hasil tangkapan warga di sungai seperti ikan kehkel, genggehek, paray, beunteur, senggal, berod, lalawak dan ikan native lainnya yang mungkin jarang ditemukan di tempat lain.

Untuk mencoba petualangan arung jeram di sana wisatawan cukup membayar Rp. 170 ribu, sedangkan untuk tubbing cukup membayar Rp. 100 ribu dengan jumlah minimal 6 orang. Harga tersebut sudah termasuk makan siang.

Atraksi wisata ini sangat bergantung dengan kondisi alam atau cuaca, karenanya jika ingin mencoba petualangan ini harus melakukan booking terlebih dulu sebelumnya. Untuk reservasi bisa menghubungi pengelola di nomor 0853 1811 7678 (Udan Karyawan).