Kampus Dahana, Satu-satunya Bangunan Hijau di Subang Kebanggaan Bangsa

KOTASUBANG.com, Subang – Bangunan unik berwarna putih menjulang diantara rimbunan pepohonan di kawasan Energetic Material Center (EMC) PT Dahana, jalan Subang – Cikamurang Km 12, Cibogo, Subang. Gedung itu dikenal dengan sebutan Kampus Dahana atau Kantor Manajemen Pusat PT Dahana. (baca juga : Ikon Subang Itu Bernama Dahana)

Bangunan megah yang selesai dibangun tahun 2012 ini menjadi satu-satunya “bangunan hijau” di Kabupaten Subang. Gedung ini dirancang dengan konsep green building mengacu pada Panduan Teknis Perangkat Penilaian Bangunan Hijau atau disebut Greenship yang dikeluarkan oleh Green Building Council Indonesia (GBCI). GBCI memberikan sertifikasi dengan nilai tertinggi atau platinum. Bangunan  pertama di Indonesia dengan rating tertinggi untuk kategori New Green Building. Kampus Dahana dinilai telah memenuhi standar Green Concept meliputi standar bangunan tahan gempa, keamanan untuk kebakaran gedung dan aksesibilitas bagi penyandang cacat.

Konsep green building Kampus Dahana diganjar berbagai penghargaan diantaranya, penghargaan bangunan gedung hemat energi BUMN,  penghargaan Penta Rekayasa bidang arsitektur, penghargaan bangunan BUMN terbaik Kementerian BUMN, penghargaan bangunan BUMN paling hijau dari Kementeriaan ESDM, serta penghargaan Proper Kementerian Lingkungan Hidup. Bangunan ini juga dinobatkan sebagai juara kedua gedung hemat energi kategori gedung baru dalam ASEAN Energy Award 2013.

Konsep-konsep Green Building yang Diterapkan di Kampus Dahana, diantaranya diaplikasikan dalam berbagainhal berikut;

  1. Konsumsi energi yang sangat rendah, yaitu 131 kWh/m2 per tahun.
  2. Sumber air menggunakan air sungai dengan pengolahan mandiri, air hujan, dan air kondensasi AC.
  3. Pada siang hari tidak menggunakan lampu, dengan fitur lux sensor dan ditambah sensor gerak untuk mendeteksi keberadaan manusia.
  4. Penggunaan dual flush yang menggunakan air daur ulang.
  5. Penggunaan keran air sistem tekan yang dapat menutup sendiri.
  6. Penyiraman tanaman dengan air daur ulang, dengan penyiraman sprinkler yang memiliki sensor kelembaban tanah agar pada saat hujan tidak perlu disiram.
  7. Fasiltas pedestrian yang teduh dari tanaman rambat hingga ke jalan utama.
  8. Zero run off, dengan mengalirkan air hujan ke kolam ikan di sekeliling bangunan, sisanya mengalir ke lansekap.
  9. Sumber tanaman adalah tanaman hasil budidaya di sekitar proyek.
  10. Sekitar 60% dari luas area bangunan adalah area hijau (termasuk Green roof).
  11. Menggunakan AC dengan refrigeran HFC yang ramah ozon.
  12. Penggunaan material ramah lingkungan, termasuk kayu yang bersertifikat legal, menggunakan prefab material.1
  13. Dilarang merokok di seluruh area gedung, termasuk pengawasan lebih dari satpam gedung
  14. Ventilasi yang cukup, dengan sistem deteksi kadar CO2.
  15. Perencanaan manajemen perawatan untuk menjaga kualitas Green Building agar tetap berkelanjutan.
  16. Pemisahan sampah organik dan non-organik, diteruskan dengan pengomposan mandiri, kerjasama dengan pengepul setempat untuk sampah non-organik yang dapat didaur ulang, dan kerjasama dengan perusahaan pengolahan limbah B3.
  17. Kenyamanan adalah yang utama, dengan dilakukannya survei berkala kepada penghuni terkait kenyamanan gedung, serta sistem tindak lanjutnya.
  18.  Adanya fasilitas parkir sepeda yang digunakan untuk transportasi pekerja dari rumah (mess) ke gedung, atau ke laboratorium lain
  19.  Gedung dibangun tahan gempa, sistem penanganan kebakaran yang ketat, dan memfasilitasi akses untuk penyandang cacat.
  20.  Sekitar 80% material bangunan berasal dari dalam negeri, ditambah dengan adanya sertifikat ISO 14001 pada pabrik material bangunan tersebut dari 32% seluruh material bangunan.

Desain Kampus Dahana terinspirasi dari logo perusahaan, yaitu 5 segitiga yang tersusun serupa bintang. Namun, bentuk segitiga diubah menjadi bentuk lengkung agar berkesan dinamis sehingga sekilas mirip 5 bunker yang terlindung di dalam tanah. Kelima bangunan tersebut mengelilingi sebuah bangunan utama berbentuk bundar dan terlihat seperti jaring. Selain berfungsi sebagai ventilasi udara yang masuk, desain jaring-jaring tersebut juga digunakan untuk mengurangi teriknya sinar matahari dan mengurangi penggunaan listrik berlebihan. Kelima “bunker” tersebut digunakan sebagai  kantor Direksi, Kantor Keuangan dan PPL, Kantor EMC, Kantor Sekretariat dan Kantor Diklat.

Keberadaan bangunan ini menjadi kebangaan bangsa dan Kabupaten Subang tentunya, dengan mengusung semangat keberpihakan pada pelestarian alam dan lingkungan sekitar.