Ikon Subang Itu Bernama Dahana

KOTASUBANG.com, Subang – Jika kita berkendara ke wilayah Subang bagian timur kita akan melewati sebuah taman yang asri di pinggir jalan raya Subang – Cikamurang. Dari kejauhan tampak sebuah gedung berbentuk unik, menjulang diantara rimbunan pepohonan. Itulah Kantor Manajemen Pusat (Kampus) PT Dahana, atau lebih dikenal dengan sebutan Kampus Dahana, perusahaan plat merah yang yang bergerak dalam industri bahan peledak di tanah air. Lokasi kantor pusat dan produksi PT Dahana tersebut disebut kawasan Energetic Material Center (EMC), menempati lahan hampir seluas 600 hektare yang merupakan bekas lahan perusahaan perkebunan. (baca juga : Kampus Dahana, Satu-satunya Bangunan Hijau di Subang Kebanggaan Bangsa).

PT Dahana berdiri sejak tahun 1973. Awalnya, perusahaan ini berlokasi di kota santri Tasikmalaya, hinga pada tahun 2012 kemudian berpindah ke kota nanas, Subang. Subang dipilih karena di sini tersedia lahan yang luas untuk Dahana bisa membangun kawasan EMC. Prosfek perkembangan Subang ke depan juga tentunya menjadi bahan pertimbangan dengan tumbuhnya industri seiring dengan pembangunan infrastruktur jalan tol, pelabuhan Patimban dan tentunya Bandara Kertajati Majalengka yang bisa dijangkau dalam waktu 1 jam saja.

Bagi Dahana, Subang adalah tanah harapan. Rumah baru ini menjadi energi bagi Dahana dalam mendongkrak kuantitas dan kualitas produksi.

Dari Subang Dahana kian mengembangkan sayapnya menjadi salah satu kiblat industri bahan peledak dunia. Saat ini kawasan EMC merupakan fasilitas pengembangan dan manufaktur bahan peledak terbesar di Asia Tenggara. Keberadaan Dahana bisa menjadi ikon baru bagi Kabupaten Subang, selain dikenal sebagai kota nanas dan Sisingaan. Nama Subang menjadi semakin dikenal sebagai kota dimana pusat industri bahan peledak kelas dunia berada.

Gedung Kampus Dahana sendiri menjadi sebuah ikon, baik bagi Dahana maupun bagi Kabupaten Subang dengan keunikannya. Bangunan ini selesai dibangun Agustus 2012 lalu. Gedung ini dirancang dengan konsep green building mengacu pada Panduan Teknis Perangkat Penilaian Bangunan Hijau atau disebut Greenship yang dikeluarkan oleh Green Building Council Indonesia (GBCI). GBCI memberikan sertifikasi dengan nilai tertinggi atau platinum untuk kategori New Green Building.

Konsep green building Kampus Dahana diganjar berbagai penghargaan diantaranya, juara 1 kategori bangunan hemat energi “Gedung BUMN” dalam penghargaan efisiensi energi nasional 2012 dan juara kedua gedung hemat energi kategori gedung baru dalam ASEAN Energy Award 2013.

Dahana juga memiliki National Institute of Energetic Material (NIEM), salah satu Explosive Institute yang merupakan pusat pendidikan, penelitian dan pengembangan bahan peledak yang masih eksis di dunia. EMC di Subang seolah menjadi kiblat bagi ahli bahan peledak dunia untuk belajar mengenai regulator, safety hazard, material dan semua yang berhubungan dengan bahan peledak.

Ke depan Dahana ingin lebih dikenal masyarakat Indonesia melalui museum. Indonesia Museum of Explosives (IMEX) akan dibangun untuk melengkapi kawasan EMC sebagai pusat pengembangan bahan peledak kelas dunia. Nantinya, IMEX akan menjadi satu-satunya museum di Indonesia yang menampilkan benda-benda terkait bahan peledak dengan teknologi dan aplikasinya. IMEX juga akan dilengkapi dengan ruang theatre dan fasilitas modern lainnya. Keberadaan IMEX akan menjadi destinasi wisata edukasi baru di Kabupaten Subang. (baca juga : Subang Kota Teknologi ??)

Tak jauh dari kompleks EMC, rencananya akan dibangun kawasan wisata teknologi LEN Techno Park oleh perusahaan plat merah lainnya PT LEN Industri. Jadilah kawasan ini destinasi wisata edukasi berbasis teknologi di Indonesia. Kedepan kawasan wisata ini akan semakin lengkap dengan hadirnya waduk Sadawarna yang akan selesai dibangun beberapa tahun ke depan. (baca juga : LEN Technopark, Taman Bermain ala Militer Dibangun di Subang).

Dahana juga memiliki sebuah gedung pertemuan yang merupakan salah satu yang terbesar di Subang, bernama Bale Dahana. Gedung yang berada di pinggir jalan raya Subang – Cikamurang ini memiliki kapasitas mencapai 3.000 orang dan dapat digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari olahraga, pernikahan, wisuda bahkan konser musik.

Meski baru 7 tahun di Subang, keberadaan Dahana sudah terasa dekat dihati warga Subang melalui program-program CSR dan Program Kegiatan Bina Lingkungan (PKBL) yang telah dilaksanakan. Kiprahnya tersebut diganjar Pemkab Subang sebagai perusahaan terbaik bidang CSR tahun 2017 lalu.