Curah Hujan Tinggi, Ini Kata BMKG

KOTASUBANG.com, Jakarta – Kepala Badan Meteorologi, Krimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menghimbau kepada warga masyarakat agar selalu waspada selama beberapa hari kedepan, pasalnya intensitas curah hujan tinggi akan melanda pulau Jawa. Selan pulau Jawa selama sepekan ke depan diprediksi curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih akan terjadi di wilayah Sumatera Bagian Selatan, Bali, hampir seluruh Nusa Tenggara Barat dan Timur, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

“Untuk tanggal 9-10 (Januari) intensitas tinggi dengan probabilitas 90 persen lebih diprediksi terjadi di wilayah Jawa Barat, terutama bagian tengah dan barat,” ujarnya usai Rapat Koordinasi (Rakor), di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Selasa (7/1/2020) seperti di kutip dari Inews.id.

“Termasuk juga di Pantai Sumatera Barat terus sampai ke Selatan hingga pantai Lampung. Jadi mohon tetap diwaspadai,” katanya melanjutkan.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, R Mulyono R Prabowo mengatakan curah hujan tinggi tersebut dikarenakan pola tekanan rendah di Belahan Bumi Utara (BBU) dan meningkatnya pola Tekanan Rendah di wilayah Belahan Bumi Selatan (BBS) mengindikasikan terjadinya peningkatan aktivitas Monsun Asia yang dapat menyebabkan penambahan massa udara basah di wilayah Indonesia.

Sementara berdasarkan model prediksi, aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) fase basah diprediksikan mulai aktif di sekitar wilayah Indonesia selama periode sepekan ke depan, kondisi ini dapat meningkatkan potensi pembentukan awan hujan cukup signifikan di wilayah Indonesia.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) menyebutkan, curah hujan yang terjadi di Jabodetabek pada awal tahun 2020 merupakan yang paling ekstrem sepanjang selama ada pencatatan curah hujan sejak 1866 silam. Curah hujan  tertinggi tercatat di Halim Perdana Kusuma dengan curah hujan 377 mm/hari pada tanggal 1 Januari 2020.