Bukan Hanya di Subang Kota, Jalan Tol Cipali KM 136 Arah Jakarta Juga Tergenang

Banjir di KM 136 Tol Cipali (Foto Courtesy Yotube)

KOTASUBANG.com, Subang – Selain menyebabkan sejumlah titik di wilayah tergenang banjir, hujan dengan intensitas tinggi yang merata mengguyur wilayah juga sempat menyebabkan genangan banjir di ruas tol Cipali KM 136.200 arah Jakarta dan Bandung atau sekitar wilayah Cikedung, Indramayu. Netizen yang kebetulan melewati jalan yang terendam kemudian mengunggahnya melalui media sosial.

General Manajer Operasi PT Lintas Marga Sedaya, Suyitno, melalui press release membenarkan kejadian tersebut. Ketinggian genangan 15-20 cm dan panjang sekitar 200 – 250 m. Selain akibat dari curah hujan yang cukup tinggi, genangan ini diduga berasal dari kiriman air dari luar jalan tol. Genangan air terjadi sejak pukul 17.00 WIB, melalui lajur 2 semua jenis kendaraan dapat melintas di jalan tol CIkopo-Palimanan yang dikelola oleh PT Lintas Marga Sedaya (LMS).

“Kendaraan kecil masih bisa lewat lajur 2, mengingat titik genangan terdalam ada di lajur 1 serta bahu jalan. Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini.”, kata Suyitno General Manajer Operasi PT Lintas Marga Sedaya.

Petugas LMS serta PJR bersiaga dan melakukan pengarahan lalu lintas kepada pengguna jalan yang melintas. Pengarahaan ini terus dilakukan hingga tidak ada genangan air. Sejakpukul 18.00 WIB. , jalan tol sudah bebas dari genangan air dan jalan bisa dilalui dengan aman.

Suyitno juga mengatakan, genangan air yang terjadi ini, bukan diakibatkan tidak berfungsinya saluran air / drainase jalan tol. LMS sudah membangun drainase sesuai dengan Detailed Engineering Design (DED) yang telah disetujui oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat berdasarkan kondisi setempat pada saat itu.

“Semua saluran air di sepanjang ruas tol kami selalu dipelihara secara rutin baik pembersihan maupun perbaikan yang diperlukan,” katanya.

Sistem drainase yang ada di jalan tol hanya berfungsi sebagai saluran untuk menampung dan mengalirkan air hujan dan / atau air yang berasal dari permukaan badan jalan tol. Jadi tidak berfungsi untuk menampung air akibat adanya perubahan tata guna lahan dan tata ruang sekitar jalan tol.