Pertahankan Opini WTP, Pemkab Subang MoU dengan STIESA

KOTASUBANG.com, Subang – Guna mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK, Pemerintah Daerah Kabupaten Subang melaksanakan kesepakatan bersama (MoU) dengan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Suta Atmadja (STIESA) tentang kerjasama dalam bidang pendidikan pelatihan dan pengabdian kepada masyarakat, Senin (28/10/19) di aula Pemda Subang.

Perjanjian kerjasama denaghn Nomor : PK.03.06/KB.55-Hunaspro/2019 dan nomor : 06/043119/MOU/10/2019. ditandatangani oleh Bupati Subang H. Ruhimat dan H. Daeng M. Nazier ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Suta Atmadja (STIESA) Subang.

Kepala BKAD Kabupaten Subang Drs. H. Syawal dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan pelaksananaan diklat bagi petugas akuntansi tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan petugas akuntansi SKPD dalam melakukan penyusunan laporan keungan pemerintah daerah, meningkatkan pemahamanan bagi petugas akuntansi untuk dapat memaknai setiap unsur laporan keuangan, membuka akses public melaui STIESA Subang untuk turut serta menyelenggarakan penata usahaan keuangan Pemda Subang yang tertib dan akuntabel.

“Tujuan kegiatan tersebut untuk meninngkatkan kualitas laporan keuangan Pemda Subang yang akan datang, mempertahankan capaian opini WTP dari BPK RI pada pelaksanaan audit LKPD tahun 2019 mendatang dan tahun berikutnya,” ungkapnya.

Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan akuntansi keuangan daerah untuk pelaksana akuntansi perangkat daerah lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Subang tersebut akan dilaksanakan oleh program studi akuntansi STIESA Subang mulai tanggal 29 Oktober sampai  06 Desember 2019 selama 12 kali pertemuan dengan peserta pelaksana akuntansi perangkat daerah di lingkup pemerintah daerah Kabupaten Subang sebanyak 80 orang.

Bupati Subang H. Ruhimat dalam sambutannya mengungkapkan, dengan pelatihan khusus penyusunan laporan keuangan  diharapkan dapat membawa perbaikan Subang kedepan dan dapat mempertahankan opini WTP.

“Saya sangat mengapresiasi atas pelaksanaan pelatihan bagi petugas akuntansi tersebut. Saya harap para peserta pelatihan diharapkan melaksanakannya dengan sungguh sungguh,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua STIESA dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengelolaan keuangan yang baik oleh Pemda adalah dengan adanya akuntabilitas keuangan daerah yang kredible dan dapat dipercaya, yang dilakukan melalui reformasi keuangan daerah termasuk reformasi dibidang akuntansi pemerintahan menuju perubahan menjadi lebih baik.

“Implikasi pelaksanaan otonomi daerah bagi pemerintah pusat dan daerah khususnya dibidang sistem keuangan perlunya dilakukan perbaikan dibidang anggaran, Sistem pembiayaan, sistem akuntansi, sistem anggaran, sistem pemeriksanaan laporan keuangan daerah dan system manejemen keuangan daerah. Pemahaman sistem keuangan dan bagaimana menyusun laporan berdasarkan laporan berdasarkan sistem akuntansi keuangan daerah yang tepat akan meningkatkan kualitas penyajian dan akurasi laporan keuangan,” ungkapnya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi, Sekda Subang H. Aminudin, Kepala STIESA Subang, Asda III, Kepala BKAD, para kepala OPD dan para Camat.