Tangkubanparahu Kembali Dibuka, Begini Akses Mudah Menuju ke Sana

KOTASUBANG.com, Subang – Setelah hampir 3 bulan lamanya di tutup untuk umum karena peningkatan aktivitas vulkanik, Taman Wisata Alam (TWA) gunung Tangkuban Parahu yang terletak di perbatasan Kabupaten Subang dan Bandung Barat akhirnya di buka kembali untuk umum. Sebelumnya, gunung yang menjadi primadona pariwisata Jawa Barat ini statusnya diturunkan dari waspada (Level II) menjadi normal (Level I) sejak tanggal 22 Oktober 2019 pukul 09.00 WIB, yang artinya aman untuk dikunjungi.

Sebagai salah satu destinasi wisata unggulan, akses menuju gunung Tangkubanparahu sangat baik. Dari Jakarta arahkan kendaraan menuju Subang melalui tol Cipali, keluar tol Subang kemudian ikuti petunjuk arah menuju Ciater. Gunung Tangkuban Parahu berada di kawasan wisata Ciater yang terkenal dengan pemandian air panas alamnya. Hanya menempuh perjalanan sekitar 3 jam 40 menit dari Jakarta wisatawan akan tiba di Tangkuban Parahu.

Bagi wisatawan dari luar daerah yang menggunakan pesawat, wisatawan bisa melalui Bandara Kertajati, Majalengka maupun bandara Husein Sastranegara, Bandung. Agar lebih praktis, sekalian memesan tiket pesawat, wisatawan bisa langsung pesan airport taxi dari jauh hari. Airport taxi akan mengantarkan langsung wisatawan ke Tangkubanparahu tanpa ribet menunggu lama sesaat setelah mendarat. Dari bandara Husein Sastranegara, Bandung menuju Tangkubanparahu akan menempuh waktu sekitar 1 jam 10 menit, sementara jika mengambil penerbangan melalui bandara Kertajati akan menempuh waktu sekitar 2 jam dari bandara menuju lokasi via Subang.

Tangkubanparahu, Subang, Jawa Barat

Lalu apa saja yang dapat di-explore di gunung Tangkubanparahu?

Gunung ini memiliki pesona yang luar biasa. Kawah Ratu dan Kawah Domas adalah lokasi favorit wisatawan untuk dikunjungi di Tangkubanparahu. Kawah Ratu merupakan kawah terbesar, di sana wisatawan bisa berselfie ria dengan latar belakang keindahan kawah atau dengan latar belakang pepohonan yang disebut pohon Pamanahrasa yang bentuknya eksotik. Kawah ini cukup luas menyerupai mangkuk raksasa, pengunjung bisa meng-exsplore keindahannya.

Sementara itu di kawah domas wisatawan bisa mencoba hal unik yaitu memasak telur di dalam kawah atau merendam kaki di dalam kawah. Untuk menuju kawah domas wisatawan harus berjalan kaki sekira 30 menit melalui hutan yang masih alami di Tangkubanparahu.

Sebenarnya, ada satu kawah lagi yang menarik di Tangkubanparahu yaitu kawah upas, di sana biasanya wisatawan bisa melakukan hal unik yaitu membuat tulisan dengan menyusun batu-batu di dasar kawah. Namun sayang saat ini kawah tersebut ditutup untuk umum karena sering adanya gas berbahaya.

Setelah meng-exsplore keindahan dari berbagai sisinya wisatawan bisa membeli oleh-oleh khas yang dijajakan pedagang setempat seperti berbagai kerajinan tangan maupun kaos bertuliskan Tangkubanparahu.

Pohon Pamanahrasa yang eksotis

Hal unik lainnya dari gunung Tangkubanparahu adalah adanya legenda yang menceritakan terbentuknya gunung ini. Menurut legenda, gunung ini terbentuk dari kemarahan pemuda bernama Sangkuriang yang menendang sebuah perahu hingga perahu jatuh tertelungkup dan kemudian berubah menjadi gunung yang kemudian dinamakan Tangkubanparahu. Dalam bahasa sunda Tangkubanparahu berarti perahu yang tertelungkup.

Sangkuriang marah karena tak dapat memenuhi persyaratan untuk mempersunting seorang wanita bernama Dayang Sumbi yaitu membendung danau dan membuat perahu. Dayang Sumbi tersebut tak lain adalah sang ibu dari Sangkuriang yang memiliki kecantikan abadi yang telah lama terpisah dari Sangkuriang. Untuk menolak permintaan anaknya sendiri yang ingin mempersuntingnya, Dayang Sumbi kemudian memberikan persyaratan yang tak mungkin dipenuhi yaitu membendung sebuah danau dan membuat sebuah perahu sebelum matahari terbit.

Setelah puas mengunjungi Tangkuban parahu yang terkenal dengan legendanya tersebut, wisatawan bisa mengunjungi daerah sekitarnya. Tak jauh dari gunung Tangkuban Parahu terdapat lokasi wisata Ciater, Subang. Di sana terdapat beberapa loaksi pemandian air panas, diantaranya Sari Ater, Ciater Spa dan Gracia Spa. Sari Ater merupakan lokasi wisata pemandian air panas alam yang pertama dikelola di Subang, tak heran di usianya yang sudah puluhan tahun, lokasi wisata ini kini memiliki fasilitas yang lengkap dengan menawarkan konsep One Stop Adventure. Berbagai wahana petualangan yang ada di Sari Ater diantaranya paint ball, go kart, offroad, berkuda, flying fox dan berbagai fasilitas petualangan lainnya. Sariater juga menawarkan fasilitas penginapan yang lengkap, mulai dari camping park hingga hotel mewah.

Tak jauh dari Sariater, kini ada sensasi baru yang ditawarkan bagi para pelancong yang berkunjung ke kawasan Ciater. Wisatawan bisa menikmati indahnya hamparan kebun teh sambil melayang di udara seperti burung !. Ya, bagi pengunjung yang punya keberanian dan ingin menguji adrenalin bisa mencoba Flying tea, sensasi melayang di atas perkebunan teh dengan menggunakan paralayang atau paramotor.

Sari Ater, Subang, Jawa Barat