Ngadu Bako, Berbagi Gagasan Kreatif Perkuat Destinasi Wisata Budaya Subang

KOTASUBANG.com, Subang – Hanya berjarak sekitar 3 jam dari ibu kota Jakarta, Kabupaten Subang memiliki banyak potensi wisata yang dapat dikunjungi, mulai dari wisata alam hingga wisata budaya. Sebut saja wisata gunung Tangkuban Parahu dan Sari Ater kemudian kesenian khasnya yaitu Sisingaan dan buahtangannya yaitu Nanas Si Madu yang sudah cukup populer.

Atraksi wisata yang menarik ini didukung oleh amenitas yang lengkap diantaranya dengan banyaknya pilihan hotel dan rumah makan di Subang dan aksesibilitas yang cukup baik dengan adanya jalan tol Cipali, kemudian bandara Kertajati yang cukup ditempuh dengan 1 jam perjalanan dan rencana dibangunnya pelabuhan internasional Patimban.

Namun, agar Kabupaten Subang lebih dikenal lagi dikalangan wisatawan 3 kunci pengembangan wisata ini yaitu atraksi, amenitas dan aksesibilitas tentunya perlu ditingkatkan lagi. Untuk menarik lebih banyak wisatawan, Kabupaten Subang perlu menggali lagi potensi wisata yang dapat dikembangkan termasuk wisata budaya. Faktanya, hingga saat ini, Kabupaten Subang belum memiliki sebuah event budaya yang gaungnya dapat menarik wisatawan secara luas dari berbagai daerah.

Karenanya, guna mencari gagasan kreatif untuk memperkuat destinasi wisata budaya di Subang hari ini Minggu (20/10/2019) puluhan pegiat budaya dan pariwisata Kabupaten Subang, berkumpul bersama dalam acara diskusi santai bertajuk Ngadu Bako di Saung Wayang Ajen, Sukamelang.

Turut hadir dalam diskusi tersebut praktisi budaya Jawa Barat Abah Nanu dan Dr. Endang AS, Kabid Kebudayaan Disdikbud M Khadar Hendarsah, Kasie Sejarah dan Nilai Tradisi Disdikbud Yayan Suryanata, Kabid Destinasi Wisata Disparpora Subang Euis Hartini, Kabid Pemasaran Disparpora Subang Ina Marlina dan Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Regional II, Deputi Bidang pengembangan Pariwisata Kementerian Pariwisata RI, Dr. H. Wawan Gunawan, S.Sn., MM atau dikenal ki Dalang Wawan Ajen.

Dalam paparannya, strategi pengembangan pariwisata berbasis budaya dan masyarakat, Dr. Wawan Gunawan mengatakan perlu adanya data yang lengkap terlebih dahulu mengenai budaya di Kabupaten Subang. Dari sana kemudian dilakukan kurasi seni budaya mana yang akan diunggulkan untuk kemudian diangkat dalam event wisata.

Dirinya mengatakan unsur pertama yang harus ada dalam membuat sebuah event wisata adalah CEO Commitment yaitu komitmen yang kuat dari kepala daerahnya baik itu Bupati, Wakil Bupati dan Sekretaris daerah kemudian Kepala Dinas terkait untuk mengembangkan pariwisata daerahnya.

“Selain CEO Commitment unsur penting lainnya yang harus diperhatikan dalam penyelenggaraan sebuah event pariwisata adalah Creative value, Commercial value, Communication Value, dan Konsitensi penyelenggaraan event tersebut,” ungkanya.

Selain itu, katanya, agar penyelenggaraan event tersebut dilirik wisatawan maka penyelenggaraan event tersebut harus mempunyai standar nasional dan internasional dalam kemasannya, baik dari segi koreografi, aransemen musik, maupun penataan kostum atau busana.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud M. Khadar Hendarsah menyambut baik digelarnya acara Ngadu Bako tersebut.

“Kegiatan ini membuka ruang, karena di sini berkumpul praktisi-praktisi budaya maupun pariwisata. Bukan hanya ngobrol, tapi menjadi bahan evaluasi dalam mengelola kebudayaan dan pariwisata Kabupaten Subang,” katanya.

Acara diskusi santai Ngadu Bako tersebut diselingi pula oleh kesenian kacapian dan kawih sunda serta rajah dari seniman pantun sunda Mang Ayi. Peserta juga disuguhi kuliner khas kampung seperti nasi liwet dan tentunya buah khas Kabupaten Subang, nanas si madu.