Foto-foto Kuno Ini Mungkin Menunjukkan Asal Mula Seni Sisingaan

KOTASUBANG.com, Subang – Siapa yang tak mengenal Sisingaan atau sebelumnya dikenal dengan odong-odong atau Singa Depok. Kesenian ini tumbuh dan berkembang di Subang hingga kemudian menjadi ikon seni budaya kebanggaan masyarakat Subang. Sisingaan kemudian menginspirasi kesenian lainnya seperti Burok di Cirebon atau dodombaan di Garut.

Bagaimana kah awal mula kesenian Sisingaan tercipta ?

Meskipun pernah diselenggarakan saresehan mengenai kesenian ini  sekitar tahun 1989, nyatanya hingga hari ini asal usul mengenai kesenian ini masih menjadi perdebatan.

Ada yang mengatakan Sisingaan terinspirasi oleh reog ponorogo, ada yang mengatakan Sisingaan berawal dari kesenian Jampana yaitu kursi yang dihias yang dinaiki anak sunat dan diarak keliling kampung. Ada yang berpendapat bahwa Sisingaan tercipta sejak jaman penjajahan, sebagai simbol perlawanan masyarakat Subang kepada penjajah melalui seni. Ada pula yang berpendapat asal mula Sisingaan berasal dari tradisi mengarak sesuatu benda yang dibentuk menyerupai binatang tertentu pada acara ruwatan bumi atau sedekah bumi.

Beberapa foto kuno dalam album koleksi Wereldculturen Belanda mungkin sedikit bisa menggambarkan pendapat yang terakhir.

Dalam 2 buah foto yang berjudul sedekah bumi tersebut, tergambar bagaimana warga pribumi Subang ketika itu memeriahkan acara sedekah bumi sebagai syukuran panen raya dengan membuat seni usungan yang mirip dengan Sisingaan. Hanya saja dalam foto tersebut tergambar jenis replika hewan yang diusung ternyata bukan hanya singa melainkan juga berbagai jenis hewan yang mirip burung, kijang, domba atau kerbau.

Selain membawa usungan replika hewan, dalam foto-foto tersebut banyak juga warga yang membawa usungan yang berisi hasil bumi yang disebut dongdang. Dalam foto tersebut tampak pula beberapa warga membawa alat musik pengiring seperti dogdog.

Sementara di foto yang lainnya tampak penunggang kuda dilengkapi dengan pengiring yang membawa payung.

Belum diketahui dimana persisnya foto tersebut diambil. Dalam foto itu hanya diterangkan bahwa foto diambil di Subang sekitar tahun 1900-1920an.

Foto-foto tersebut mungkin bisa menggambarkan bagaimana kemudian kesenian usungan tersebut berkembang di Subang. Perlu dikaji lebih dalam apakah kemudian kesenian usungan replika hewan tersebut bertransformasi menjadi kesenian Sisingaan.

Foto-foto kuno tersebut mungkin juga sedikit banyak bisa menggambarkan bagaimana kemudian Sisingaan kemudian kini kembali bertransformasi menjadi bentuk lainnya seperti mamanukan, kemudian berkembang lagi menjadi nanagaan hingga kemudian menjadi bentuk-bentuk aneh “siluman” yang mulai terjadi medio tahun 2000an yang berawal dari daerah pantura.

Hal ini seakan menggambarkan bagaimana dahulu Sisingaan tercipta dari inspirasi atau hasil proses perubahan bentuk yang dulu beraneka ragam bentuk hewan menjadi hanya satu bentuk Sisingaan, yang kemudian pada perkembangannya bermunculan bentuk lainnya.

Foto kuno tersebut juga menggambarkan bahwa dari pada terinspirasi dari reog ponorogo, seni Sisingaan lebih mendekati terinspirasi dari seni usungan yang dibuat oleh masyarakat Subang sendiri puluhan tahun lalu. (baca juga : Sisingaan dan Mamanukan )