Kenapa Banyak Sarjana Nganggur di Subang?

KOTASUBANG.com, Subang – Hal itu menjadi tajuk diskusi yang dikemas dalam bentuk obrolan santai ala cafe yang diselenggarakan di Dilagas Coffee, pasir Kareumbi, Subang, Senin lalu (30/9/2019). Acara yang digagas oleh komunitas literasi Civil Society for Development (CSD) berlangsung menarik dengan menghadirkan beberapa narasumber yaitu Rektor Universitas Subang, Dr. Ir. H. Moeslihat Komara, Ahmad Sukresno selaku HRD Eco Paper dan Gugyh Susandi akademisi dari STIESA.

Diskusi ini dilatarbelakangi dari realitas Kabupaten Subang yang tengah beralih dari kota agraria ke kota industri. Ini mendorong CSD untuk menggali lebih dalam potensi maupun permasalahan yang timbul akibat perubahan kultur sosial. Maka dari itu, semua stakeholder duduk bersama untuk mencari jalan keluar.

Rektor Universitas Subang, Dr. Ir. H. Moeslihat Komara mengatakan seharusnya ada link and match antara dunia akademik dengan dunia kerja. Ia menyebutkan, jangan sampai kualifikasi yang dimiliki mahasiswa pada akhirnya dikesampingkan karena tidak adanya lowongan kerja yang sesuai.

“Lulusan perguruan tinggi harus bekerja sesuai dengan kemampuan atau keilmuannya. Kalau bisa lulusan UNSUB mampu menciptakan lapangan kerja dengan menjadi enterpreneur,” paparnya.

Senada dengan Ahmad Sukresno selaku HRD Eco Paper juga mendorong lulusan perguruan tinggi untuk memiliki nilai jual agar bisa bersaing dengan calon pegawai yang berasal dari kota lainnya.

“Masyarakat Subang harus mempersiapkan diri menghadapi industrialisasi sebagai hal yg tak mungkin kita hindarkan. Kita hanya perlu mengambil peran yang tepat,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Gugyh Susandi selaku akademisi, berujar bahwa STIESA selalu memfasilitasi mahasiswa yang hendak memilih menjadi enterpreneur ataupun berkarir. Sehingga, lulusan STIESA secara fondasi siap untuk masuk ke dunia kerja.

“Tugas lembaga akademik berbeda dengan pendidikan vokasi. Namun, tetap kami mempersiapkan mahasiswa untuk mampu mengaktualisasikan diri menjadi enterpreneur, berkarir, maupun pilihan lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Disnakertrans, H. Kusman Yuhana berjanji bahwa pemerintah daerah akan menjadi jembatan antara pihak perusahaan dengan calon tenaga kerja. Kedepannya, Job Fair dalam skala besar diharapkan bisa menjadi solusi.