Tegas ! Aliansi Wartawan Subang Tolak RKUHP dan Kekerasan Terhadap Pers

KOTASUBANG.com, Subang – Massa aksi yaang tergabung dalam Aliansi Wartawan Subang menggelar unjuk rasa menolak pengesahan Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP). dan kekerasan terhadap jurnalis, Senin (30/9/2019).

Aksi unjuk rasa dimulai di Mapolres Subang, jalan Mayjen Soetoyo Subang, kemudian dilanjutkan dengan konvoi menuju Pemkab Subang melalui jalan pejuang 45 – Otto Iskandardinata – Dewi Sartika (pemkab Subang). Masa aksi melakukan aksis teatrika tutup mulut sebagai tanda pers di Indonesia terancam dibungkam dengan adanya RKUHP. Aksi dilanjutkan dengan aksi tandatangan bersama menolak RKUHP dan tidak kekerasan terhadap pers. Dari kantor Pemkab Subang massa aksi kemudian berjalan kaki sambil berorasi menuju gedung DPRD Subang menyampaikan tuntutannya.

Dalam aksinya, Aliansi Wartawan Subang menuntut DPR untuk menghapus pasal terkait pembungkaman pers dan menindak oknum yang melakukan tindak kekerasan terhadap wartawan.

“Kita menentang RKUHP dan rancangan undang-undang yang berpotensi membungkam kebebasan pers. Telah kita sepakati bahwa ada sekitar 10 pasal yang kami kira akan mengkebiri tugas wartawan. Rancangan undang-undang kami minta jangan ditunda, batalkan saja,” tegas koordinator aksi Warlan.

“Kita jugs tegaskan disini agar aparat juga tidak menghalangi kerja jurnalis yang dilindungi UU Pers,” lanjutnya.

Menurutnya, 10 pasal yang ada pada RKUHP tidak sesuai dengan semangat pasal 6 UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers yang meminta pers berperan melakukan pengawasan, kritik, koreksi, dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum.

Pihaknya juga menuntut Kapolri mematuhi Nota Kesepahaman antara Dewan Pers dengan Polri Nomor 2/DP/MoU/II2017  pasal 4 ayat 1 yang menyebutkan para pihak berkoordinasi terkait perlindungan kemerdekaan pers dalam pelaksanaan tugas di bidang pers sesuai peraturan perundang-undangan.