Ada yang Berbeda dengan Ruwatan Bumi yang Digelar di Wangunreja, Desa Rawalele

KOTASUBANG.com, Subang – Warga kampung Wangunreja, desa Rawalele hari ini, Minggu (29/9/2019) menggelar upacara adat ruwatan bumi. Kegitan ini merupakan ritual tahunan yang selalu diselenggarakan masyarakat setempat.

Ada yang berbeda dengan acara ruwatan bumi yang digelar di sana tahun ini. Biasanya, ruwatan bumi di kampung tersebut hanya diselenggarakan dengan ritual doa bersama di makam leluhur kampung, membuat nasi tumpeng dan pertujukan seni buhun. Kali ini, rangkaian acaranya lebih lengkap.

Upacara adat di awali dengan doa bersama atau tawasul di makam leluhur kampung, Eyang Ki Jaga Raksa. Kemudian rombongan warga yang telah mengikuti tawasul menuju lokasi acara puncak di tengah kampung diiringi dengan dongdang berisi aneka hasil bumi dan tabuhan rebana.

Rombongan kemudian di sambut oleh kesenian tutunggulan yang dibawakan oleh ibu-ibu kampung setempat. Tanpa canggung, ibu-ibu memainkan tutunggulan sambil menari. Sebelumnya mereka telah berlatih selama sepekan terakhir.

Acara kemudian ditutup dengan doa dan makan bersama nasi tumpeng. Pada malam harinya acara dilanjutkan dengan penampilan seni gembyung.

Camat Dawuan Tri Utami yang turut hadir dalam acara tersebut mengungkapkan apresiasinya atas digelarnya upacara adat ruwatan bumi tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi diselenggarakannya kegiatan ini, sebagai bentuk pelestarian adat dan budaya daerah. Dengan demikian anak cucu kita bisa mengetahui adat dan budaya daerahnya,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Rawalele, Uju Juanda. Dirinya mengungkapkan bahwa ngaruwat bumiĀ  merupakan ciri sabumi sara sadesa kampung Wangunreja yang masih lestari.

Turut hadir dan berpartisipasi dalam upacara ruwatan bumi tokoh desa Rawalele, Yuli Merdekawati. Dirinya mengungkapkan bahwa upacara ruwatan bumi merupakan bentuk ungkapan syukur masyarakat Wangunreja kepada Tuhan atas segala nikmat yang telah diberikan.