Eksotisme Pohon Ki Tambleg “Ikon Konservasi” Subang di Mata Lensa Kamera

Ki Tambleg di Desa Karang Mukti, Cipeundeuy tahun 2019

KOTASUBANG.com, Subang – Ki Tambleg atau disebut juga pohon Asem Buto atau Baobab (Adansonia Digitata) sudah ditasbihkan menjadi salah satu ikon konservasi Kabupaten Subang melalui Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) di tandai dengan relokasi satu pohon Baobab ke halaman Wisma Karya 4 November 2011 silam meskipun belum di tetapkan melalui sebuah regulasi.

Pohon-pohon Ki Tambleg ini konon di bawa oleh para penjajah kolonial untuk di tanam di perkebunan – perkebunan di Subang dan beberapa kota lainnya di Indonesia ratusan tahun yang lalu. Hingga saat ini pohon-pohon Ki Tambleg yang ditanam tersebut masih tumbuh dengan baik, tersebar di areal perkebunan di Subang. Oleh karena itu, Ki Tambleg memiliki nilai historis, sama halnya dengan gedung-gedung tua yang di bangun pada masa kolonial yang masih ada sampai sekarang.

Pohon Ki Tambleg di Kampung Kosedansari, Tanjung Sari, Cikaum tahun 2013. (Foto : @budianayusuf)

Hingga sekarang jumlah ki Tambleg yang tersisa di Subang hanya tinggal belasan saja dan merupakan jumlah terbanyak di Indonesia. Pohon- pohon itu tersebar diantaranya di wilayah Manyingsal, perkebuanan tebu Cikaum, Purwadadi, hingga Cipeundeuy. Sementara itu Ki Tambleg di Indonesia juga hanya terdapat di Purwokerto, Jakarta dan Bali yang jumlahnya tak sebanyak di Subang.

Bentuk pohonnya yang eksotis dan ukurannya yang fantastis membuat pohon ini menarik untuk dijadikan obyek fotografi. Berikut beberapa karya foto dengan obyek pohon Ki tambleg.

Ki Tambleg di pinggir Tol Cipali di Desa Karang Mukti, Cipeundeuy tahun 2019 (Foto : @fahruroji33)
Ki Tambleg di pinggir Tol Cipali di Desa Karang Mukti, Cipeundeuy tahun 2019 (Foto : @fahruroji33)
Ki Tambleg di pinggir Tol Cipali di Desa Karang Mukti, Cipeundeuy tahun 2019 (Foto : @fahruroji33)