Puluhan Aktivis Muda Subang Gelar Diskusi MADESU, Rotasi Mutasi Pejabat jadi Sorotan

KOTASUBANG.com, Subang – Puluhan aktivis muda Kabupaten Subang yang berasal dari berbagai organisasi kepemudaan dan mahasiswa, siang ini, Sabtu (11/7/2019) mengikuti diskusi terbuka bertajuk MADESU di aula gedung KORPRI, jalan Otto Iskadardinata, Subang. Puluhan aktivis tersebut berasal dari GPII, SAPMA, Pemuda Pancasila, HMI, PMII, Sawala, Mahasiswa STMIK, STIESA, UNSUB, STAI Miftahul Huda, pemuda dari berbagai daerah dan beragai elemen lainnya.

Asep Diki Hendarsah dari Sawala mengungkapkan, Madesu yang dimaksud tidak berarti Masa Depan Suram, para peserta sepakat Madesu dalam diskusi ini harus berarti Masa Depan Subang yang lebih baik.

“Para peserta diskusi masing-masing menyampaikan berbagai fakta dan data untuk di diskusikan dan juga ide gagasan untuk masa depan Subang,” katanya.

Dalam diskusi yang berlangsung sekitar 3 jam tersebut masing-masing peserta menyampaikan berbagai persoalan terkait pemerintahan dan ide gagasan untuk pembangunan Kabupaten Subang.

Berbagai hal menjadi sorotan, carut marut industrialisasi dan ketenagakerjaan di Kabupaten Subang banyak diutarakan para peserta diskusi. Mulai dari persoalan rekrutmen tenaga kerja hingga alih fungsi lahan.

Demikian pula terkait pendidikan, dimana literasi masyarakat Subang yang masih sangat rendah dikaitkan dengan kebijakan dinas pendidikan dan masih adanya fasilitas pendidikan yang kurang layak. Masalah infrastruktur kabupaten Subang yang masih belum merata juga banyak diasampaikan peserta diskusi.

Hal lain yang menjadi sorotan adalah rotasi mutasi para pejabat yang akan dilakukan pemerintahan Jimat Akur. Terkait hal ini, Ketua SAPMA Pemuda Pancasila Wisnu Setia Ramdani mengatakan hal ini bisa menjadi pangkal dari berbagai masalah yang ada di Kabupaten Subang seperti yang diungkapkan para peserta diskusi.

“Program-program pemerintahan Jimat Akur mungkin sudah bagus, namun hal itu tidak akan terwujud jika pemilihan pejabat tidak sesuai dengan kompetensi yang diharapkan,” ujarnya.

Teguh Ibnu Nuryana dari SAPMA Pemuda Pancasila juga mengungkapkan setidaknya ada 3 permasalahan yang sering di dengungkan oleh masyarakat Subang golongan kelas menengah ke bawah yaitu; Pendidikan, Kesehatan dan Infrastruktur.  Ketiga permasalahan tersebut tentu sudah di tuangkan dalam 9 program Jawara. Berbicara pendidikan ada di Jawara Daya, Kesehatan ada di jawa raga, Infrastruktur ada di jawara Nata.

“Siapa yang akan menjalankan ide-ide Bupati dan Wakil Bupati Subang yang sudah tertuang dalam program 9 jawara tersebut? Ya, tentunya para kepala dinas. Permasalahan yang sering di dengungkan masyarakat kelas menengah ke bawah dan yang sudah tertuang dalam 9 program jawara akan dapat terealisasi apabila dalam rotasi mutasi, pejabat yang dipercaya mengisi jabatan harus dipastikan dapat mengimplementasikan apa yang menjadi ide-ide Bupati dan Wakil Bupati Subang. Artinya yang di butuhkan saat ini adalah pejabat yang profesional, punya integritas dan loyalitas,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua GPII Oky Apriadi yang juga inisiator diskusi tersebut mengungkapkan, terkait penempatan pejabat dirinya berharap adanya open bidding yang prosesnya transparan.

“Silahkan pemerintah menempatkan pejabat, tapi minimal open biddingnya terbuka, kemudian nilai hasil open bidding disampaikan, sedangkan saat ini saya kira belum terbuka artinya pemerintah jangan melakukan kebohongan publik,” tegasnya.

Moderator diskusi tersebut Kelvie Pratama mengungkapkan, diskusi ini berawal dari harapan generasi muda terkait arah pembangunan Subang kedepan, ternyata dari setiap mahasiswa dan pemuda yang hadir dalam diskusi tadi, mempunyai harapan dan kegelisahan bersama terkait masa depan Subang.

“Berbagai hal yang disampaikan para peserta diskusi tersebut telah dicatat untuk menjadi bahan diskusi berikutnya. Dari hasil diskusi paling banyak pembahasan terkait pendidikan, ketenagakerjaan atau industrialisasi dan infrastruktur. Diskusi lanjutan akan diselenggarakan di Universitas Subang pada pekan depan,” katanya.