Panen Karya Teater 2019 Forum Komuniaksi Teater Subang dan Gedung Kesenian

KOTASUBANG.com, Subang – Waktu sudah menunjukkan pukul 20.30 WIB Sabtu malam (9/3/2019). Seharusnya pertunjukan sudah dimulai satu jam sebelumya. Namun hujan deras sejak sore hari yang melanda kota Subang dan sekitarnya membuat panitia Panen Karya Teater Subang 2019 tak bisa berbuat apa-apa selain menunggu hujan reda. Pentas yang sedianya digelar di Alun-alun Subang itupun sebelumnya harus berpindah ke halaman Disdikbud karena lokasi Alun-alun dipakai kegiatan lain.

Pukul 19.00 WIB hujan baru reda, panitia bergegas menyiapakan kembali set panggung sederhana yang kehujanan. Lighting, sound sistem dengan sigap disiapkan panitia hingga akhirnya siap digunakan meskipun terlambat beberapa waktu. Gerimis yang masih melanda tak menyurutkan panitia dan penonton untuk memenuhi kursi yang disediakan sehingga acara segera dimulai tepat pukul 20.30 WIB.

Dalam keterbatasan tersebut, pertunjukkan dalam rangka hari teater sedunia dan hari musik nasional tersebut sukses digelar dengan lancar. Pertunjukan berdurasi sekitar 3.5 jam tersebut memukau penonton yang hadir.

Kepala Bidang kebudayaan Disdikbud Kabupaten Subang Didin Mahpudin dalam sambutannya mengungkapkan apresiasinya kepada para komunitas yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut meski digelar dalam keterbatasan.

“Saya harap ini bukan yang terakhir namun menjadi kegiatan pertama yang nantinya akan berlanjut dengan kegiatan-kegiatan lainnya,” ungkapnya.

Pegiat teater dari Pantura Ayi G Sasmita mengatakan, kegiatan ini diselnggarakan secara swadaya bermodalkan semangat dari para anggota Forum Komunikasi Teater Subang.

“Sementara hingga saat ini sudah ada 21 grup yang satu visi dengan kami sudah tergabung dalam Forum Komunikasi Teater Subang. Forum ini adalah forum realitas bukan forum retorika.  Kegiatan ini pun kita gelar secara swadaya, kita bekerja bersama sama dengan dukungan berbagi pihak. Ada 12 komunitas mempersembahkan penampilannya secara swadaya malam ini.” ungkapnya.

Kedua belas komunitas itu adalah Kotret Teater Pantura, Teater Bengkel 79 SMAN 1 Jalancagak, Teater Penus SMK Pelita Nusa Jalancagak, Malika Teater Subang Kota, Ambek Adil Paramarta Subang, Teater 211 SMK TIMB Cipeundeuy,  Teater USB STT Texmaco, Cipeundeuy, Pabrik Imaji Subang, Ruang Talenta Subang, Klab Binaria Subang, Republik WC Umum Subang dan Lorong Teater Subang.

Turut berpartipasi pula beberapa komunitas yang mendukung acara tersebut, diantaranya Silau Teater SMAN 1 Blanakan, Balm Teater SMAN 1 Ciasem, Konsorsium Seniman Pabuaran dan SAPMA Pemuda Pancasila Kabupaten Subang. Selain dihadiri para seniman teater dan masyarakat Subang, acara yang berlangsung hingga pukul 12 malam tersebut juga dihadiri oleh berbagai komunitas teater dar beberapa daerah seperti Indramayu, Sumedang, Karawang dan Bandung.

Satu yang mencuat dalam pagelaran itu adalah keinginan para seniman ini agar di Subang segera dibangun gedung pertunjukan atau gedung kesenian yang representatif untuk pertunjukan teater dan musik.

Sebelumnya gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melalui akun resmi media sosialnya mengumumkan akan segera membangun pusat kebudayan di Subang.

“PUSAT KEBUDAYAAN TRADISIONAL SUNDA akan dimulai dibangun di Kab Subang. Bukti komitmen Pemprov Jabar pada pelestarian nilai-nilai luhur budaya Sunda. Agar generasi muda Jabar bisa seimbang antara dinamika budaya modern dan budaya tradisi. #JabarJuara * Dirancang oleh Arsitek Yusing dari Akanoma dan tim,” tulis kang Emil di media sosialnya (27/2/2019).

Sementara itu arsitek yang merancang pusat kebudayaan di Subang melalui akun Instagramnya @iniyusing mengatakan bahwa nantinya pusat kebudayaan tersebut akan dilengkapi dengan ampiteater dan ruang serbaguna.

“Ada ampiteater ada ruang serba guna. Namun bukan ruang akustik kedap suara. Vegetasi keliling sebagai insulasi. Ruangan jauh dr permukiman,” tulisnya (27/2/2019).
https://www.youtube.com/watch?v=bYLBk4g7oNs