Wujudkan Jawara Miara, Pemkab Subang, BI dan IPB Teken MOU Kerjasama Pengembangan Peternakan Sapi

KOTASUBANG.com, Subang – Bertempat di Halaman Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Subang, Rabu (6/3/2019) telah dilaksanakan kegiatan penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Subang dan Institut Pertanian Bogor tentang Program Pengembangan Klaster Sapi Potong di Kabupaten Subang dengan nomor berita acara no : 21/47/Bd/P/B/2019 dan no : 580/KB.13-Disnakeswan/2019 dan no : 016/IT3/HK.01/2019.

Perjanjian kerjasama tersebut ditandatangani oleh pihak kesatu kepala kantor perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat Doni Primanto Joewono dengan pihak kedua Bupati Subang H. Ruhimat, S.Pd., M.Si serta pihak ketiga Rektor Institut Pertanian Bogor Dr. Arif Satria, SP., M.Si. Dilaksanan pula MOU kerjasama penggemukan sapi potong antara PT. Caturmawa Mitra Tani dengan SPR Cinagarabogo disaksikan oleh Bupati dan Wakil Bupati Subang.

Penandatangan perjanjian kerjasama tersebut merupakan rangkaian acara mewujudkan Jawara Miara. Dalam kesempatan tersebut juga diisi dengan berbagai kegiatan seperti workshop jewan kesayangan, gerakan makan telur dan minum susu bersama dengan seluruh tamu undangan kemudian dilanjutkan dengan talkshow yang menghadirkan narasumber yaitu Bupati Subang H. Ruhimat, S.Pd., M.Si., Kepala DKPP Provinsi Jawa Barat drh. Arif Hidayat, dari Polres Subang AKP Kustiawan dan dari Jasindo Rusdianto, S.Sos.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan H. Asep Nuroni S.Sos M.Si dalam laporannya menyampaikan bahwa para peternak kedepannya jangan khawatir tentang masalah hewan ternak karena sekarang sudah ada jaminan dan asuransi tentang hewan ternak baik sakit, mati maupun pencurian hewan ternak.

Sementara itu dalam sambutannya kepala kantor perwakilan Bank Indonesia Pribadi Santoso menyampaikan  bahwa sapi potong merupakan komoditas yang strategis.

“Di Kabupaten Subang peternakan sapi potong belum berkembang tetapi mempunyai potensi yang cukup besar untuk itu kami menggandeng IPB untuk bekerjasama dalam  Program Pengembangan Klaster Sapi Potong,” katanya.

Pada kegiatan tersebut dilakukan penyerahan bantuan peternakan hewan dari kementrian pertanian diantaranya ternak domba sebanyak 22 ekor betina 3 ekor jantan, ternak ayam program bekerja (bedah kemiskinan rakyat Sejahtera), bantuan dari DKPP Provinsi Jawa Barat 1 unit mesin pelet, 1 unit mesin tetas otomatis digital caliper, timbangan telur digital timbang portable digital, bantuan APBD musrembang Kabupaten subang, ternak sapi potong untuk 3 kelompok dengan total 11 ekor sapi betina, ternak kerbau untuk 1 kelompok sebanyak 5 ekor kerbau, ternak domba priangan untuk 14 kelompok dengan total 265 ekor domba priangan betina dan 13 ekor domba priangan jantan, ternak domba unggul untuk 6 kelompok dengan masing masing 8 ekor domba betina.

Bupati Subang H. Ruhimat S.Pd M.Si dalam pemaparannya menyatakan bahwa terkait dengan masalah rabies yang sedang beredar di negara tetangga, di Kabupaten Subang meskipun sudah dinyatakan bebas rabies  tetapi perlu pencegahan bagi para pecinta hewan yang memiliki hewan ternak harus rutin mengecek kesehatan hewan ternak nya ke pusat pelayanan hewan untuk mendapatkan Vaksin rabies untuk hewan ternaknya.

Kepala DKPP Provinsi Jawa Barat drh. Arif Hidayat dalam pemaparannya bahwa Rabies penyakit hewan yang menular dengan cepat yang mengakibatkan angka kematian yang tinggi. Ditularkan lewat gigitan hewan anjing, kucing, kera, tikus, kelelawar dan musang namun 95% ditularkan lewat gigitan anjing  untuk itu perlu diadakan vaksinasi secara rutin dan bahkan jika  perlu diadakan langsung ke tiap-tiap desa mengenai penyuluhan tentang vaksinasi hewan anjing.

perwakilan dari Jasindo Rusdianto S.Sos menjelaskan bahwa saat ini sudah ada asuransi khusus untuk hewan ternak. Namun, petani masih kesulitan untuk membayar premi asuransi sehingga diharapkan pemerintah Kab. Subang turut membantu para petani. Besaran asuransi untuk ternak sapi yaitu  Rp.10.000.000 ternak yang mati,  Rp. 10.000.000 ternak yang kehilangan dan  Rp. 5.000.000 ternak yang sakit.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here