Prof. Nina Lubis : Hadirnya Pelabuhan Patimban adalah Pengulangan Sejarah

KOTASUBANG.com, Subang – Hadirnya pelabuhan internasional Patimban yang kini dalam tahap pembangunan seolah menjadi pengulangan sejarah bagi tatar Subang. Pasalnya, ratusan tahun lalu, masyarakat Subang juga ternyata sudah menjalin perdagangan dengan berbagai bangsa. Berbagai penemuan benda peninggalan di berbagai daerah di Subang menjadi bukti sejarah yang menunjukan hal tersebut.

Hal itu diungkapkan oleh sejarawati Prof. Nina Lubis dalam acara Ngampar (Ngawangkong Nyampaikeun Informasi) yang diselenggarakan di Museum Wisma Karya, Rabu (6/2/2019). Nina menjelaskan, berbagai peninggalan benda bersejarah yang menunjukkan adanya perdagangan antar bangsa ditemukan di beberapa titik diantaranya di pinggir aliran sungai Ciasem seperti di situs Subang Larang, Binong dan Patenggeng, Dawuan. Hal ini menunjukkan aliras sunagi Ciasem pada zaman dahulu merupakan jalur transportasi masyarakat Subang.

Di Subang, kata Prof. Nina banyak ditemukan manik-manik yang berasal dari Persia, Cina, Timur tengah dan keramik dari berbagai dinasti. Benda-benda itu merupakan komoditas perdagangan ketika itu.

“Tak disembarang daerah ada temuan-temuan seperti itu, kita sudah menyelusuri, di Subang banyak masyarakat yang menyimpan manik-manik dan peningalan lain termasuk emas, ” katanya.

Prof. Nina mengatakan perdagangan dengan bangsa luar di Subang sudah terjadi abad ke 2. Menurutnya pada zaman pajajaran juga masih tetap menjadi jalur pedagangan internasional.

“Dan pada peta VOC tahun 1629 dalam peta itu tertulis Buyut Gelok, artinya VOC datang ke sini sebagai bukti bahwa Subang merupakan jalur perdagangan internasional,” katanya.

Berbagai peninggalan tersebut termasuk peta kuno VOC kata Nina nantinya akan dipamerkan di Museum Wisma Karya yang saat ini masih dalam tahap pembangunan, sehingga dapat menjadi pusat pengetahuan sejarah bagi masyarakat Subang.