360 Hektar Lahan Nganggur Ditanami Jagung Hibrida

jagungSekitar 360 hektare lahan menganggur milik petani di Kecamatan Compreng dan Cipunagara, Kabupaten Subang, Jawa Barat dihijaukan dengan program budidaya jagung hibrida.

Pemanfatan areal sawah dan ladang yang kekeringan itu dilakukan Dinas Pertanian Dan Tanaman Pangan Kabupaten Subang. Produksi jagung hibrida itu diproyeksikan mencapai empat ton per hektare (ha).

“Pada tahap awal lahan yang kami hijaukan dengan jagung hibrida seluas 350 hekatre,” kata Kabid Sumber Daya Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Subang Hendrawan, Rabu (25/9).

Program ketahanan pangan tersebut merupakan proyek percontohan tingkat nasional yang merupakan kerja sama antara Kementrian Pertanian (Kementan) dengan Markas Besar TNI/AD. Ada pun lahan yang akan dihijaukan merupakan bagian dari 360 hektare lahan nganggur milik petani.

Penanaman jagung hibrida itu dilakukan oleh kelompok-kelompok tani yang tergabung ke dalam 17 gabungan kelompok tani (Gapoktan). Setiap kelompok tani akan mendapatkan jatah garapan seluas 20 han.

Ketua Gapoktan Payung Sari di Desa Kiarasari, Kecamatan Compreng, Ridwan, antusias atas penunjukan areal lahan nganggur desanya untuk proyek budidaya jagung hibrida tersebut

“Dengan penanaman jagung (diselingi tanaman palawija) berarti ada upaya maksimal pemanfaatan lahan yang bisa menukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” kata Rindwan. (Metro)