Terungkap! Ini Sumber Suara Dentuman Misterius di Jabar dan Sumsel

Ilustrasi. Dini hari di Pamoyanan, Tanjungsiang

KOTASUBANG.com, Subang – Suara dentuman misterius yang di dengar oleh sebagian masyarakat di berbagai daerah di Jawa Barat dan Sumatera Selatan akhirnya mulai terungkap. BMKG memastikan dentuman itu berasal dari suara erupsi Gunung Anak Krakatau.

“Kepastian bahwa sumber dentuman yang akhir-akhir ini beberapa kali terdengar oleh warga Banten Lampung dan Sumatera Selatan ternyata bersumber dari erupsi Gunung Anak Krakatau,” ujar Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono seperti dikutip dari Detikcom, Kamis (27/12/2018).

Daryono mengatakan temuan ini sudah dikonfirmasi oleh petugas Pos Pemantau Gunung Krakatau. Sampai saat ini erupsi memang masih terjadi di gunung Krakatau dan diiringi dengan suara gemuruh yang keras.

Lalu mengapa suara erupsi Anak Krakatau bisa terdengar sampai Sumsel yang jaraknya cukup jauh?

Menurutnya, terdengarnya suara dentuman hingga di beberapa daerah diakibatkan arah angin yang sedang mengarah ke mana, maka daerah itu akan mendengar suara dentuman lebih jelas.

Sebenarnya ini bukan merupakan hal baru, seperti dikutip dari Liputan6.com sebelumnya ledakan gunung Krakatau pada 27 Agustus 1883, tercatat  sebagai suara terkeras yang dapat menjangkau ribuan kilometer jauhnya. Saat itu, dentuman samar-samar dilaporkan terdengar hingga Papua Nugini dan negara bagian Australia Barat, yang berjarak kira-kira 2.000 mil, atau setara 3.218 kilometer jauhnya.

Bahkan, sebagaimana dikutip dari situs web Discover Magazine pada Kamis (27/12/2018), gaung dentuman suara tersebut terdengar seperti suara tembakan artileri di kejauhan oleh banyak warga di Pulau Rodrigues, yang terletak di tengah Samudera Hindia, dekat dengan kepulauan Mauritius. Jaraknya diperkirakan sejauh 3.000 mil, atau setara 4.828 kilometer.

Secara keseluruhan, dentuman ledakan Gunung krakatau didengar oleh orang-orang di lebih dari 50 lokasi geografis yang berbeda, bersama-sama menjangkau sebuah wilayah yang meliputi sepertiga belas dunia.

Menurut beberapa penelitian, dentuman suara erupsi Gunung Krakatau membutuhkan 4 jam perjalanan dengan kecepatan suara, hingga mampu terdengar pada jarak 5.000 kilometer dari titik ledakan.