Cupunagara, Desa di Tapal Batas Subang Ini Punya Banyak Potensi, Namun…

Akses jalan utama Cisalak - Cupunagara (2018)

KOTASUBANG.com, Cisalak – Cupunagara, desa yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Bandung Barat ini memiliki potensi yang luar biasa. Udara yang sejuk dan pemandangan alamnya yang indah, menjadikan desa di tapal batas Subang bagian Selatan yang ini memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi desa wisata.

Desa ini berada diantara bukit-bukit perkebunan teh yang dibangun tuan Hofland “sang pemilik Soebang” ratusan tahun lalu. Di sini kita bisa membayangkan betapa luasnya tanah milik Hofland yang membentang dari pantai utara hingga ke desa Cupunagara di ujung selatan Subang.

Bukit-bukit teh yang dulu miliknya, hingga kini, ratusan tahun sepeninggalnya, masih menjadi penggerak denyut ekonomi bagi sebagian penduduk Cupunagara. Hingga kini teh produksi Cupunagara diolah di pabrik teh yang terdapat di kampung Bukanagara, desa Cupunagara. Jejak peningalan Hofland tersebut masih bisa ditelusuri hingga kini, beberapa bangunan Belanda masih bisa dilihat, hal ini tentunya sangat menarik bagi penggemar wisata sejarah.

Baca :

Selain memiliki potensi wisata sejarah, desa Cupunagara juga sering dikunjungi para peziarah. Mereka biasanya mengunjungi situs Cipabeasan. Menurut warga di sana terdapat  makom seorang penyebar Islam yaitu Eyang Mangkunegara. Makom tersebut terdapat di sisi danau Cipabeasan yang dikeramatkan warga. Konon, para pejabat sering kali mengunjungi situs makom ini untuk berziarah. (Baca : Inilah Danau Keramat di Cupunagara, Hulu Sungai Cipunagara) 

Situ Cipabeasan, Tugu Prasasti, Jalan Cupunagarara dan Goa peninggalan penjajah di Cupunagara
Puncak Eurad perbatasan Subang-Bandung Barat

Potensi wisata lainnya yang di miliki desa Cupunagara tentu saja keindahan alamnya. Desa ini juga memiliki curug-curug indah yang masih belum tereksplor. Nikmati juga keindahan alam puncak eurad tepat diperbatasan Subang-Bandung. Di sana pengunjung bisa berfoto dengan dari atas bukit dengan latar belakang keindahan desa Cupunagara. (Baca : Memandang Kampung Terujung Subang di Tapal Batas Puncak Eurad )

Desa yang berada pada ketinggian 1200 mdpl ini juga memiliki komoditas pertanian unggulan yaitu kopi yang kini menjadi salah satu komoditas yang dikelola oleh BUMDes Cupunagara. Kopi yang diberi merek Kopi Canggah ini kini sudah mulai memiliki banyak penggemar hingga ke luar daerah Subang. Selain kopi sebagian warga Cupunagara juga bertani sayuran. Namun sayang, karena akses jalan yang rusak parah para petani lebih memilih menjual sayurannya ke Bandung Barat yang akses jalannya lebih baik daripada ke Subang.

Akses jalan yang rusak parah inilah yang menyebabkan berbagai potensi tadi seakan hanya menjadi impian. Bayangkan, untuk menuju ke desa ini dari pusat kecamatan Cisalak harus menempuh waktu selama lebih dari 2 jam melalui jalan rusak di tengah hutan.

Bagi anda yang sering mengeluhakan rusaknya jalan di daerahnya, mungkin harus sesekali mencoba kesini, merasakan penderitaan warga desa Cupunagara yang sudah puluhan tahun seperti “terisolasi” dari Subang karena rusaknya infrastruktur jalan. Jalan menuju ke Cupunagara ini sebenarnya sudah pernah diaspal namun kini hampir sudah tidak tampak sisa aspal sedikitpun.

Akses jalan Cupunagara tahun 1900-an
Akses jalan cupunagara (2018)
Salah satu ruas jalan menuju Cupunagara (2017)

Padahal sebenarnya berdasarkan tugu prasasti yang terdapat di Bukanagara, sebenarnya jalur jalan pedati menuju Bukanagara sudah dibuat sejak tahun 1847 atas prakarsa Raden Rangga Martayuda dan Tuan Hofland. Namun 170 tahun kemudian setelah saat itu, kondisi jalan menuju Cupunagara seperti tak banyak berubah.

Kepala Desa Cupunagara Wahidin Hidayat sudah berupaya mengusulkan kepada pemerintah agar akses jalan menuju ke desanya diperbaiki, namun hingga kini belum bisa terwujud. Jaraknya yang cukup panjang sejauh 23 Km dan kontur yang cukup berat membuat perbaikan akses jalan menuju Cupunagara membutuhkan dana yang cukup besar.

“Tahun 2016 lalu berbarengan dengan banjir bandang di Sukakerti, jalur menuju Cupunagara juga terkena longsor di 29 titik. Membutuhkan waktu lebih dari sebulan untuk membuka kembali akses jalan tersebut. Kami juga sudah mengusulkan kepada pemerintah untuk perbaikan jalan yang rusak akibat bencana, namun masih nihil,” katanya (10/12/2018).

Karenanya, kini pihaknya justru lebih dahulu memfokuskan perbaikan infrastruktur jalan menuju Bandung Barat yang bisa dibilang lebih mudah. Sedikit demi sedikit, kini akses jalan utama telah beraspal hingga ke perbatasan Bandung Barat. Menyisakan beberapa kilometer hingga ke kantor desa Cupunagara. Hal ini menyebabkan warga Cupunagara lebih sering beraktivitas ekonomi di Bandung Barat daripada ke Subang.

“Tapi saya juga terus berupaya mencari alternatif lain. Salah satunya, kami berencana membuka akses jalan lain dari Cisalak menuju ke Cupunagara melalui desa Mayang, mudah-mudahan ini bisa diwujudkan, ” ujarnya.

Ketua dan Sekretaris Pemuda Pancasila bersama Kepala Desa Cupunagara menunjukkan Kopi Canggah

Belum adanya infrastruktur jalan yang memadai menuju desa Cupunagara ini sudah sejak lama menjadi keprihatinan berbagai pihak, termasuk Ketua Pemuda Pancasila MPC Kabupaten Subang H. Endang Kosasih yang beberapa waktu lalu mengunjungi Cupunagara. Dia mengatakan, desa Cupunagara seperti dianaktirikan, hingga saat ini Cupunagara seperti terisolasi dari Subang karena akses jalan yang sulit dilalui.

“Hal ini harus menjadi tanggungjawab berbagai pihak untuk bersama-sama memikirkan desa di perbatasan Subang bagian selatan ini. Desa ini adalah wajah Kabupaten Subang di perbatasan,” katanya ketika mengunjungi Cupunagara pada kegiatan Diklat Bela Negara Pemuda Pancasila yang diselenggarakan di Bukanagara, Cupunagara bebererapa waktu lalu.

Dirinya menambahkan, karena akses jalan yang tak memadai ini, perputaran ekonomi malah lebih banyak ke daerah tetangga, padahal memiliki banyak potensi seperti kopi dan sayuran. Dirinya mengajak para calon legislatif yang nantinya akan duduk di bangku Dewan, untuk memprioritaskan hal ini.

“Seandainya akses jalan menuju desa ini baik, Cupunagara akan bisa berkembang dengan segala potensi yang dimilikinya itu,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here