Subang Segera Miliki Ecomuseum di Desa Wisata Cibuluh, Tanjungsiang

KOTASUBANG.com, Subang – Dua tahun menyandang status sebagai desa wisata di Kabupaten Subang kini desa wisata Cibuluh, Kecamatan Tanjungsiang segera menyandang status baru sebagai desa Ecomuseum.

Untuk menuju ke sana, Sabtu (24/11/2018) bertempat di aula desa wisata Cibuluh digelar acara saresehan sebagai bentuk sosialisasi ecomuseum yang merupakan bagian tahapan program untuk mewujudkan Ecomuseum Desa Wisata Cibuluh (EDWC), yang direncanakan akan diselesaikan dalam waktu 12 bulan. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Yayasan Bale Budaya Bandung dan Asosiasi Museum Daerah Jawa Barat dan Pemerintah Desa Cibuluh.

“Setelah sosialisasi konsep ecomuseum, tahap selanjutnya adalah inventarisasi calon koleksi ecomuseum oleh tim ahli, penetapan ecomuseum tingkat desa melalui perdes, penetapan pengelolaan ecomuseum, pendokumentasian koleksi dalam bentuk digital, pembuatan web dan Quick Response Code, Pelatihan pemandu ecomuseum dan akhirnya ecomuseum siap dilaunching,” kata Daming, pengelola Bumdes desa Cibuluh.

Konsep ecomuseum awalnya dikembangkan di Perancis awal tahun 1970an untuk mendorong interprestasi warisan budaya secara utuh tidak terpilah-pilah perobyek. Tujuannya adalah untuk menggabungkan obyek nyata (tangible, situs, bangunan tradisional, kegiatan dan kebiasaaan masyarakat sehari-hari yang terkait dengan warisan nilai intangible. Pada saat itu gagasan ecomuseum diperluas mencakup cagar alam, termasuk flora dan fauna lokal, habitat alam liar dan situs geo morfologi.

Eco musem ini pemanfaatannya sejalan dengan kepariwisataan dimana obyek-obyek budaya yang ada di desa tersebut dapat menjadi daya tarik wisata. Melalui jelajah kampung, wisatawan dipandu untuk mengunjungi obyek budaya dari satu titii ke titik lainnya di desa tersebut.

Melihat potensi di lapangan, Yayasan Bale Budaya Bandung memandang kebudayaan di desa Cibuluh memiliki potensi sebagai kawasan yang bisa diangkat sebagai museum terbuka atau eco museum. Topografi desa Cibuluh yang berupa perbukitan dan lembah tempat 7 sungai mengalir membentuk budaya pertanian di Cibuluh. Budaya pertanian ini dapat dilihat dari unsur-unsur budayanya seperti etika, pikukuhtradisi hajat lembur, hajat lingkungan, arsitektur bahasa kesenianhingga teknologi dan peralatan sehari-hari.

“Pada sisi yang lain keberadaan¬† ecomuseum di desa wisata cibuluh akan berdampak kepada menguatkan identitas kolektif, menghidupkan dan mengembangkan kearifan dan pengetahuan lokal serta peningkatan ekonomi melalui pemanfaatan ecomuseum dan kepariwisataan desa,” pungkasnya.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here