Bertemu dengan BEM STIE Mifda Pamanukan, Niko Rinaldo: Ini Saatnya Pantura Bangkit!

KOTASUBANG.com, Pusakajaya – Founder Rumah Perubahan Pantura Niko Rinaldo, bertemu dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIE Miftahul Huda Pamanukan di Kedai Gubuk Reot Pusakajaya, Rabu (7/11/2018).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Presiden Mahasiswa STIE Miftahul Huda Pamanukan Abdul Hafidz, Wakil Presma Tamara Sri Rahayu dan HMJ Manajemen STIE Mifda Pamanukan.

Presiden Mahasiswa STIE Miftahul Huda Pamanukan Abdul Hafidz sangat mengapresiasi berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh Niko Rinaldo. Apalagi kegiatan tersebut menyangkut kemajuan Pantura Subang.

“Saya berharap jika kedepan Kang Niko dipercaya menjadi anggota DPRD Subang, mampu memperjuangkan dan mendorong perda Ketenagakerjaan yang berpihak kepada laki-laki, khususnya putra daerah Pantura dalam menghadapi persaingan kerja,” kata Hafidz.

Apalagi menurut Hafidz, di wilayah Pantura akan dibangun sebuah pelabuhan internasional. Sehingga para pemuda Pantura harus mampu bersaing, jangan sampai hanya jadi penonton.

“Kita harapkan nantinya Kang Niko dapat mendorong putra daerah jangan sampai jadi penonton. Lapangan pekerjaan harus dibuka selebar-lebarnya,” katanya.

Selanjutnya menurut Hafidz, persoalan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Pantura juga harus menjadi perhatian serius dan prioritas yang harus diperjuangkan. “Lapangan kerja dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat harus terus diperjuangkan. Ini tentunya menjadi harapan kita bersama,” katanya.

Wapresma Mifda Pamanukan Tamara Sri Rahayu menambahkan, banyaknya generasi muda Pantura yang putus sekolah, harus menjadi perhatian juga.

“Saya berharap Kang Niko mampu memfasilitasi pendidikan informal seperti paket A, B dan C, serta membuka akses beasiswa ke pendidikan tinggi bagi mahasiswa pantura yang berprestasi dan kurang mampu,” katanya.

Niko Rinaldo dalam kesempatan tersebut mengatakan, sangat senang bisa bertemu dengan sahabat-sahabat mahasiswa di Pantura Subang, khususnya BEM STIE Mifda Pamanukan.

“Saya lahir dan berangkat dari proses yang sama, pernah menjabat Presiden BEM Universitas Subang (2009), ada semangat dan cita-cita yang saya tangkap, kerinduan terhadap kampung halaman untuk maju, untuk bangkit,” katanya.

Niko meyakini ditangan pemuda perubahan itu hadir. Latar belakang itu yang membuat dirinya antusias bertemu dan berdialog untuk mendengar langsung aspirasi dari mahasiswa, yang merupakan motor perubahan. Suara mereka jujur, menyuarakan kondisi ril yang terjadi di masyarakat Pantura.

“Semua masukan dan aspirasi yang disampaikan oleh mahasiswa, semuanya saya catat, mohon doanya semoga saya diberikan kepercayaan oleh masyarakat di dapil Subang 5: Pamanukan, Legonkulon, Sukasari, Pusakanagara dan Pusakajaya. Sehingga dengan kewenangan yang diberikan apa yang menjadi harapan dan cita-cita bersama, bisa sama sama kita perjuangkan. Ayo bergerak bersama, ini saatnya Pantura Bangkit!” pungkasnya.

Berita Terkait: