Eksotisme Leuwi Lawang, Potensi Wisata Baru di Kampung Adat Banceuy, Ciater

KOTASUBANG.com, Ciater – Kampung adat Banceuy di desa Sanca, Kecamatan Ciater ternyata menyimpan potensi wisata yang menarik. Selain terkenal dengan wisata budayanya melalui adat ruwatan bumi yang digelar setiap tahun, Kampung adat banceuy juga menyimpan potensi wisata alam yang menakjubkan. Selain curug Bentang, yang terdapat tak jauh dari Banceuy (perbatasan desa Sanca dan Cibitung), salah satu potensi wisata alam yang kini tengah dikembangkan adalah Leuwi Lawang.

Leuwi Lawang berada di aliran sungai yang melewati kampung ini. Leuwi berarti bagian sungai yang lebih dalam dan Lawang berarti gerbang. Namun meskipun dinamakan leuwi, hanya sedikit dari badan sungai tersebut berair dalam, sebagian besar ketinggian air hanya semata kaki hingga selutut orang dewasa.

Salah satu sisi leuwi lawang
Sisi bagian dalam leuwi lawang

Di tempat tersebut terdapat dua buah tebing batu raksasa yang mengapit aliran sungai sehigga tampak seperti sebuah gerbang, atau lawang dalam bahasa sunda. Wisatawan bisa berfoto-foto diantara 2 tebing batu raksasa yang eksotis tersebut.

Salah satu spot instagramable di kampung adat Banceuy tersebut kini dalam tahap penataan. Warga sekitar kini tengah bergotong-royong membangun akses jalan setapak menuju Leuwi Lawang.

“Setelah akses jalan selesai, selanjutnya akan kita tata di lokasi Leuwi Lawang-nya. Aliran sungainya akan sedikit kita bendung, kemudian kita lengkapi dengan perahu, sehingga lebih menarik bagi pengunjung,” kata Odang, tokoh masyarakat Banceuy.

Jalan menuju Leuwi Lawang melewati sisi hutan pinus
Salah satu bagian gua yang dangkal di sekitar Leuwi Lawang

Untuk menuju Leuwi Lawang, pengunjung harus berjalan kaki selama sekitar 30 menit dari ujung kampung. Kontur jalan menuju Leuwi Lawang lebih banyak menurun (menanjak ketika kembali). Dalam perjalanan, pengunjung akan melewati satu sisi hutan pinus.

“Hutan pinus ini selain sebagai tempat beristirahat pengunjung, nantinya juga akan ditata menjadi spot menarik ,” lanjut Odang.

Dengan adanya Leuwi Lawang tersebut, kini obyek menarik di kampung Banceuy menjadi semakin banyak, selain bisa menyaksikan adat ruawatan bumi di sana, wisatawan juga bisa sekalian berjalan-jalan ke Leuwi Lawang.

Wa Amar, salah seorang seniman kampung adat Banceuy sedang meniup alat musik khas Subang, Toleat di Leuwi Lawang

 

 

 

 

 

Berita Terkait: