Menegangkan !, Menyaksikan Langsung Ruwat Laut Blanakan

Nelayan berebut dongdang yang dilarung pada ruwat laut Blanakan (30/9/2018)

KOTASUBANG.com, Blanakan – Waktu menunjukan pukul 07.30 WIB ketika KOTASUBANG.com tiba di pelelangan ikan KUD Mandiri Mina Fajar Sidik, Blanakan. Hari ini, Minggu (30/9/2018), pelelangan ikan sebenarnya tutup. Namun ribuan orang telah tumpah ruah di sana. Mereka berbondong-bondong menyaksikan acara ruwat laut ke-51 yang diselenggarakan setiap tahun di sana.

Sebuah miniatur perahu yang disebut dongdang tampak menjadi tontonan ribuan orang ini, di depannya tampak seorang sesepuh adat tengah mengucapkan mantra-mantranya sambil membakar kemenyan yang digenggamnya. Ritual ini menjadi awal upacara adat ruwatan laut yang digelar para nelayan di muara Blanakan tersebut. Dongdang perahu tersebut kemudian digotong beramai-ramai ke atas perahu untuk selanjutnya di bawa ke tengah laut. Turut dibawa pula satu wadah berisi darah kerbau.

Sesepuh adat berdoa sebelum dongdang di larung ke laut
Dongdang dinaikan ke perahu utama untuk dilarung ke tengah laut
Ratusan perahu menuju laut lepas pantai Blanakan untuk larung pada ruwat laut Blanakan

Perahu utama yang membawa dongdang tersebut kemudian meluncur ke tengah laut. Diikuti lebih dari seratus perahu lainnya yang telah dihias oleh aneka jajanan seperti minuman ringan dan snack yang dijual di warung-warung. Di perjalanan menuju laut lepas, sesepuh adat terus membaca mantra di depan dongdang.

Perjalanan menuju laut lepas bersama iring-iringan perahu ini merupakan sesuatu yang mendebarkan. Sang nahkoda kapal yang membawa rombongan ini ternyata harus benar-benar mahir dan ekstra hati-hati untuk menghindari tabrakan dengan perahu lainnya. Sesekali pemandu jalan harus berteriak-teriak menghalau perahu-perahu nelayan yang lebih kecil agar tak menghalangi jalan. Kondisi mulut muara yang mulai dangkal juga menjadi perhatian sang nahkoda. Beberapa perahu juga terlihat kandas tak bisa melanjutkan perjalanan karena terjebak lumpur.

Salah satu kapal peserta ruwat laut kandas di bibir muara suangai Blanakan

Memasuki laut lepas suasana menjadi lebih menegangkan, ombak menerpa semakin kencang ke badan perahu. Puluhan perahu nelayan mulai mendekat ke perahu yang membawa dongdang sehingga sang nahkoda harus lebih berhati-hati untuk menghindari tabrakan kapal. Pemandu jalan terus berteriak-teriak menghalau nelayan yang kapalnya terlalu dekat dengan kapal utama. Bagi yang pandai berenang mungkin bisa lebih santai mengahadapi suasana seperti ini. Namun bagi yang tak bisa berenang hal ini bisa menjadi pengalaman yang menarik namun sekaligus menegangkan, apalagi tak dilengkapi pelampung.

Perahu nelayan mendekat dongdang yang telah dilarung ke laut untuk diperebutkan
Kapal-kapal nelayan mendekati dongdang yang telah dilarung

Kemudian, setelah berputar beberapa kali dondang dan darah kerbau dilarung ke dalam laut. Sejurus kemudian, ratusan nelayan yang menumpang perahu-perahu pun terjun dan berenang untuk memperebutkan isi dongdang. Mereka percaya bahwa darah kerbau serta barang-barangyang ada di dongdang membawa berkah bagi usaha melautnya. Selepas larung, perahu utama kemudian kembali ke dermaga diikuti oleh perahu-perahu lainnya.

Acara ruwat laut Blanakan ini merupakan rangkaian dari berbagai acara lainnya yang digelar rutin setiap tahun oleh KUD Mina Fajar Sidik. Sebelumnya digelar juga berbagai pertunjukkan seperti: sandiwara, wayang kulit dan hiburan rakyat lainnya.

 

Berita Terkait: