Lebih dari 100 Tahun Kampung Adat Banceuy Subang Selalu Gelar Ruwatan Bumi

KOTASUBANG.com, SubangMenjelang pergantian tahun dalam kalender Islam 1 Muharam 1440 H, hari ini Rabu (5/9/2018) warga kampung adat Banceuy, desa Sanca, Kecamatan Ciater menggelar acara Ruwatan Bumi. Rangkaian acara Ruwatan Bumi yang sudah dilaksanakan lebih dari 100 tahun ini sudah dimulai sejak hari kemarin, dengan pagelaran berbagai pertunjukkan seni buhun hingga dini hari.

Sebagai puncaknya, hari ini digelar helaran yang menampilkan berbagai kesenian khas. Rangkaian acara helaran dimulai dengan tarian kelegonje, yaitu tarian yang menggambarkan masyarakat Banceuy jaman dahulu yang biasa mengambil air dari mata air menggunakan alat dari bambu yang bernama kele.

Kemudian dilanjutkan dengan ritual ngarajah sebagai tanda dimulainya helaran. Inti dari helaran adalah ngarak panganten Dewi Sri. Simbol Dewi Sri dibuat menggunakan ikatan padi yang dipakaikan baju layaknya sepasang pengantin. Selain Simbol Dewi Sri dalam helaran juga turut diarak saung sangar, berupa empat ikatan padi yang diusung. Turut pula penabuh gembyung, kuda kosong (kuda yang tidak ditunggangi) dan beberapa dongdang (usungan bambu yang dihias hasil bumi).

Baru setelah itu rombongan helaran diikuti oleh berbagai kesenian diantaranya tari-tarian yang dibawakan anak-anak muda Banceuy, angklung, kemudian rengkong, dogdog, kuda renggong dang tentu saja, Sisingaan.

Hadir dalam kesempatan tersebut Kadisparpora Kabupaten Subang Ahmad Sobari, Kabid Pemasaran Wisata Disparpora Ina Marlina, Kasi Sejarah dan Nilai Tradisional (Jarah Nitra) Bidang Kebudayaan Disdikbud, Iim dan pejabat lainnya.

Kadisparpora Ahmad Sobari

Dalam sambutannya Kadisparpora Kabupaten Subang Ahmad Sobari mengungkapkan apresiasinya kepada warga Banceuy yang telah mempertahankan tradisinya. Hal ini menurutnya merupakan daya tarik wisata budaya di Kabupaten Subang.

“Kegiatan Ruwatan Bumi yang konsisten diselenggarakan oleh kampung Banceuy sangat potensial dimata pemerintah karena pemerintah saat ini baik Pemkab Subang maupuan pusat memiliki prioritas dalam pengembangan pariwisata,” katanya.

“Karenanya kami akan berupaya turut mempromosikan event budaya ini lebih luas lagi agar semakin dikenal bukan hanya di Jabar tapi juga nasional”,  lanjut Ahmad Sobari.

Konsistensi dalam pelestarian budaya yang telah dilakukan oleh masyarakat Banceuy kata Ahmad Sobari, pada akhirnya akan meningkatkan perekonomian masyarakatnya dengan datangnya wisatawan ke Banceuy.

Rangkaian acara ruwatan bumi Banceuy ini ditutup dengan pertunjukan wayang golek semalam suntuk.

Artikel Terkait:

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here