Mendikbud dan Kepala Staf Kepresidenan Kunjungi SMKN 2 Subang

KOTASUBANG.com, Subang – Hari ini, Jumat (3/8/2018), SMKN 2 Subang dikunjungi 2 tokoh nasional sekaligus, yaitu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Prof. Dr Muhadjir Effendy, M.Ap dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Kedua tokoh ini mengadakan kunjungan dan diskusi dengan Taruna Jurusan Pertanian di Aula SMKN 2 Subang.

Seperti diketahui, SMKN 2 Subang merupakan salah satu dari dua SMK di Jawa Barat yang terpilih menjadi sekolah terpilih sebagai model percontohan SMK di bidang pertanian dalam kerja sama bilateral Indonesia dengan Belanda.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala SMKN 2 Subang Iim Gunawan menyampaikan bahwa SMKN 2 Subang mempunyai program unggulan yaitu pertanian dan kemaritiman dengan jumlah Taruna 2.200 dengan pengasuh 120 orang.

“Program tersebut mencakup 4 pilar, yaitu penguatan kelembagaan telah melakukan nota kesepahaman, kurikulum yang bersinkronisasi, pengembangan pengembangan potensi guru dan pengembangan sarana dan prasarana,” katanya.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyampaikan ada 5 persoalan atas petani dan pertanian Indonesia, yaitu tanah kita sempit dan rusak, permodalan, teknologi, manajemen dan paska panen

Moeldoko menghimbau kepada anak-anak SMKN 2 Subang bagaimana memperkenalkan teknologi harus menjadi prioritas. Bagaimana membudayakan teknologi bagi para petani, untuk itu alangkah beruntungnya anak-anak sekarang mendapatkan pendidikan pertanian.

“Kalian anak muda yang berdiri tegak yang ingin bertani dan kalianlah akan bisa merubah wajah pertanian Indonesia, dengan cara merubah mainset dimana kita harus berani berpikir menjadi kaya, dan merubah metode,” katanya.

Mendikbud RI Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.Ap bertekad merebut kembali penguasaan pasar karena sebelumnya pasar produk oleh Indonesia karena kualitas yang baik dipasar dunia harapan untuk menjadi petani yang profesional pemerintah sekarang telah memberikan 4 bidang diantaranya sektor kelautan, sektor pariwisata, sektor Industri dan sektor pertanian.

“Yakin apa yang menjadi impian kita akan menjadi kenyataan, untuk mempertahankan lahan ada usulan meninjau kembali hukum waris supaya tetap dipertahankan dengan cara membuat regulasi untuk mempertahankan lahan pertanian. Bagaimana kita menanam sesuatu bisa memahami pasar, dengan tanah yang sempit caranya menggunakan teknologi mikrobioligi, menggunakan para pendamping-pendamping yang mempunyai kemampuan, dan menggunakan produktifitas dengan menggunakan benih unggul, mengikuti SOP yang telah ditentukan,” paparnya.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Direktur Jenderal Kementerian Dasar dan menengah Kemdikbud, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian, Kepala pusat Pendidikan dan pertanian Kementerian Pertanian, Kepala Biro Komunikasi dan layanan Masyarakat Kemdikbud, Asisten Deputi bidang Pendidikan dan Pelatihan Maritim, Kedutaan Belanda untuk Indonesia, Direktur Nuffic Neso Indonesia, Head Of Development and Partnership Nuffic Neso Indonesia, Kepala Dinas Pendidikan Prop. Jabar, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV, Kepala Dinas Perkebunan Prop. Jabar, Sekda Kab. Subang, Unsur Forkopimda / yang mewakili, Ketua DPRD Kab. Subang, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Subang dan seluruh guru SMK N 2 Subang dan Taruna/i SMK N 2 Subang Jurusan Pertanian.

Berita Terkait: