Dalang Bule dari Inggris Pukau Warga Subang

KOTASUBANG.com, Tambakdahan – Ratusan warga kecamatan Tambakdahan tumpah ruah Senin (30/7/2018) di kantor desa Tambakdahan, Kecamatan Tambakdahan menyaksikan pertunjukkan wayang kulit. Uniknya, pagelaran wayang kulit ini dibawakan oleh dalang bule dari Inggris, yatu Prof. Matthew Isaac Cohen. Bukan hanya dalangnya yang merupakan warga negara Inggris, sebagian pemain gamelannya juga merupakan warga negara asing.

Tour pagelaran Wayang Kulit dengan dalang Cohen ini merupakan bentuk diplomasi budaya diselenggarakan oleh Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya, Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang. Selain menggelar pertunjukkan di Subang, dalang bule ini juga tampil di 10 kota/kabupaten lainnya di Jawa.

Ki dalang Matthew Isaac Cohen merupakan seorang sejarawan dan antropolog pertunjukan Indonesia yang telah mendalami Wayang Kulit selama lebih dari 30 tahun. Saat ini ia menjabat sebagi profesor teater internasional dan direktur pusat pengkajian teater dan tari Asia di Royal Holloway, University of London, Inggris.

Tiga puluh tahun menggeluti wayang, membuatnya sangat mahir bermain wayang. Gayanya mendalang hampir tidak bisa dibedakan lagi dengan dalang asli Indonesia.

Plt Bupati Subang, Ating Rusnatim dalam sambutannya sebelum pagelaran wayang berharap kegitan ini bisa menjadi inspirasi untuk warga Subang.

“Semoga ini menjadi inspirasi untuk kita warga Subang untuk mengembangkan kesenian di Subang. Terutama buat warga Tambakdahan, semoga juga jadi pemicu untuk membangkitkan kembali kesenian yan berasal dari sini. Mudah-mudahan dalang di sini jangan sampai punah dan ada regenerasi. Orang Inggris saja mencintai budaya kita, maa kita tidak, ” katanya.

Ating menambahkan, Subang juga memiliki kesenian Sisingaan yang sudah terkenal bahkan hingga ke mancanegara, yaitu Sisingaan. Sisingaan menurut Ating memiliki filosofi selaras dengan slogan Kabupaten Subang yaitu Gotong Royong dimana dalam kesenian ini ditampilkan empat pengusung Sisingaan yang secara bersaama-sama enggotong Sisingaan.

“Ini merupakan salah satu kesenian kita yang harus selalu kita lestarikan,” katanya.

Pagelaran wayang kulit tersebut diawali dengan penampilan tarian Doger Kontrak yang merupakan salah satu tarian khas Subang yang tumbuh pada masa kolonial.

 

 

Artikel Terkait:

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here