Kontroversi Pembongkaran Heritage Wisma Karya, Profesor Ilmu Sejarah UNPAD Angkat Bicara

KOTASUBANG.com, Subang – Profesor ilmu sejarah Universitas Padjdjaran (Unpad), Nina Herlina Lubis angkat bicara terkait pembongkaran sebagian gedung bersejarah Wisma Karya yang terletak di jalan Ahmad Yani, Subang.
Nina mengatakan dirinya tidak tahu menahu karena tidak diberitahu terkait pembongkaran tersebut. Padahal sebelumnya dirinya menjadi konsultan dari sisi sejarah dan sudah membuat storyline untuk museum dan juga ikut merekomendasikan harus seperti apa pelaksanaan pemugaran bangunan tersebut. (baca juga : Wisma Karya Dibongkar, Ini Penjelasan PUPR)
“Saya yang pertama kali dihubungi oleh Bupati Imas (ketika itu) untuk merevitalisasi Museum Wisma Karya ini dan kemudian menjadi konsultan dari sisi sejarah, sudah membuat storyline (untuk museum) dan juga ikut merekomendasikan harus seperti apa pelaksanaan pemugaran bangunan tersebut kepada salah satu perusahaan konsultan. Tapi tiba-tiba saja pelaksanaannya dilakukan oleh perusahaan lain. Saya sama sekali tidak pernah dihubungi oleh Dinas PUPR maupun perusahaan tersebut. Tahu-tahu (Wisma Karya) sudah di bongkar,” katanya kepada KOTASUBANG.com, Rabu (25/7/2018).
Nina mengatakan, pelaksanaan pembongkaran cagar budaya seharusnya sesuai dengan Juklak undang-undang Cagar Budaya dan melibatkan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB).
“Di Subang belum ada TACB jadi harus pinjam TACB  Propinsi. Dalam tim saya ada anggota TACB propinsi. Perlu melibatkan TACB agar bisa memastikan bagian Wisma Karya yang mana yang tergolong BCB dan mana yang bukan. Jadi PUPR jangan gegabah main bongkar, semua itu ada aturannya,” tandasnya.

Hal senada juga disampaikan sejarawan Kabupaten Subang, Kadar Hendarsah. Dirinya mewanti-wanti agar pembongkaran gedung tersebut harus sesuai prosedur.

“Rehabilitasi gedung Wisma Karya diperbolehkan, namun harus prosedural sesuai undang-undang cagar budaya,” katanya menegaskan.

“Harusnya sebelum di rehab dikaji dulu oleh Tim yang dibentuk oleh dinas terkait. Timnya terdiri dari Balai Pelestarian Provinsi dan Disdikbud Subang,” lanjutnya. (Baca juga : Gedung Heritage Wisma Karya Dibongkar, Sejarawan Subang : Harus Sesuai Prosedur !)

Bagian belakang gedung wisma Karya dibongkar. Foto : FB Lutfi Yondri

Kegiatan pembongkaran Wisma Karya ini menjadi perbincangan di media sosial setelah Arkeolog dari Balai Arkeologi Nasional, Lutfi Yondri mengunggah foto-foto pembongkaran Wisma Karya di akun Facebook pribadinya dan mempertanyakan prosedur pembongkaran heritage tersebut.

Sementara itu Sekertaris Dinas PUPR Cecep Rosadi melalui Kepala Seksi Bagian Gedung Cipta Karya Dudung mengatakan mengenai kekhawatiran berbagai pihak atas pembongkaran Wisma Karya, dirinya mengatakan hal tersebut telah berdasarkan kajian para konsultan.

“Kontkes cagar budayanya tetap dipertahankan, mereka (konsultan) kan lebih tahu tentang cagar budaya. Konsultan sudah nanya-nanya kepada pihak sejarawan dan budayawan yang ada di Subang,” katanya.

Menurut Dudung, bangunan heritage berdasarkan penelusuran konsultan hanyalah bangunan bagian depan dan bangunan ini tidak akan dibongkar, sementara yang di belakang itu katanya bangunan tambahan jadi akan dibongkar dan akan disesuaikan tingginya dengan bangunan yang di depannya disesuaikan dengan kebutuhan museum.

Ditemui di lapangan, salah seorang pengawas bangunan rehabilitasi gedung Wisma Karya, Andi, mengatakan bagian belakang Wisma Karya memang dibongkar untuk ditinggikan dan ada bagian yang harus diperkuat agar tidak roboh. Selain itu ada satu sekat tembok yang dibongkar. Sementara untuk bangunan bagian depan relatif tidak banyak yang dirubah karena masih kokoh.

“Hanya bagian pintu-pintu ada yang dirubah sedikit bentuknya jadi seperti jendela dan bahan kusen kayunya ada yang diganti jadi alumunium tapi tidak semua,” katanya.

“Tapi untuk lebih jelasnya terkait desain baiknya ditanyakan ke konsultan perencana, kalau saya hanya mengawasi pembangunan,” ujarnya.

Berita Terkait: