Gedung Heritage Wisma Karya Dibongkar, Sejarawan Subang : Harus Sesuai Prosedur !

KOTASUBANG.com, Subang – Rehabilitasi gedung bersejarah Wisma Karya menuai polemik. Sejarawan Kabupaten Subang mewanti-wanti agar pembongkaran gedung tersebut harus sesuai prosedur.

“Rehabilitasi gedung Wisma Karya diperbolehkan namun harus prosedural sesuai undang-undang cagar budaya,” kata sejarawan Subang, Kadar Hendarsah menegaskan.

“Harusnya sebelum di rehab dikaji dulu oleh Tim yang dibentuk oleh dinas terkait. Timnya terdiri dari Balai Pelestarian Provinsi dan Disdikbud Subang,” lanjutnya.

Hal senada diungkapkan Yusep Wahyudin, mantan Kepala UPTD Museum Subang (Wisma Karya) yang kini bertugas di Museum Geologi Bandung. Menurutnya, pemugaran Wisma Karya tidak boleh keluar dari amanat undang-undang.

Kata Yusep, berdasarkan ketentuan umum yang tertuang dalam undang-undang cagar budaya, Pemugaran adalah upaya pengembalian kondisi fisik Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, dan Struktur Cagar Budaya yang rusak sesuai dengan keaslian bahan, bentuk, tata letak, dan/atau teknik pengerjaan untuk memperpanjang usianya. Sedangkan adaptasi adalah upaya pengembangan Cagar Budaya untuk kegiatan yang lebih sesuai dengan kebutuhan masa kini dengan melakukan perubahan terbatas yang tidak akan mengakibatkan kemerosotan nilai pentingnya atau kerusakan pada bagian yang mempunyai nilai penting.
“Itu ketentuan umum yang tertuang dalam undang-undang cagar budaya, jadi terkait dengan pemugaran Wisma Karya tidak boleh keluar dari amanat undang-undang,” tandasnya.
Kegiatan pembongkaran Wisma Karya ini menjadi perbincangan di media sosial setelah Arkeolog dari Balai Arkeologi Nasional, Lutfi Yondri mengunggah foto-foto pembongkaran Wisma Karya di akun Facebook pribadinya dan mempertanyakan prosedur pembongkaran heritage tersebut.

 

 

Berita Terkait: