Membuka Kisah Bukanagara (Bagian 2)

Bukanagara, merupakan salah satu dari 4 kampung yang termasuk  wilayah Desa Cupunagara. Desa ini merupakan desa paling selatan Kabupaten Subang dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Bandung Barat.

Kampung Bukanagara di kelilingi oleh pegunungan, sawah dan hamparan bukit teh. Mayoritas penduduknya petani dan karyawan perkebunan. Laju perekonomian di Desa Cupunagara cenderung lambat, rusaknya akses jalan keluar masuk desa ini menjadi penyebabnya, sehingga aktivitas ekonomi hanya berkutat di daerah itu saja.

Kampung Bukanagara

Kampung Bukanagara

Bukanagara merupakan ibukota dari Desa Cupunagara. Di kampung ini terdapat kantor Desa dan fasilitas pendidikan dari mulai SD hingga SMA. Meskipun dalam satu Desa namun jarak antar dusun di Cupunagara relatif berjauhan. Dusun Cibitung misalnya, berjarak sekitar 6 Km dari Bukanagara.

Setiap hari para pelajar dari Cibitung yang tidak memiliki sepeda motor harus berjalan kaki sejauh 6 km untuk sampai ke sekolah melalui jalanan yang rusak dan becek karena tidak ada angkutan umum. Beruntunglah kalo ada truk milik PTPN yang kebetulan melintas, mereka bisa menumpang. Di musim penghujan resiko yang harus mereka lalui semakin berat, selain kabut, tanah longsor juga menjadi anacaman serius bagi mereka.

Jarangnya kendaraan yang berlalulalang menjadikan  suasana pedesaan di Bukanagara begitu tenang. Udara yang sejuk dan pemandangan yang hijau sejenak dapat menghilangkan penat kita. Naiklah ke salah satu bukit teh di Bukanagara untuk menikmati keindahan alam disana.

Menjejakan kaki di bukit teh Bukanagara sambil membayangkan betapa luasnya kekuasan Hofland atas tanah Subang. Membentang dari pesisir utara hingga puluhan kilometer ke selatan sampai ke pedalaman Bukanagara.Jejak Hofland di Bukanagara masih terjaga hingga saat ini. Bukit-bukit teh yang dulu miliknya, hingga kini, ratusan tahun sepeninggalnya, masih menjadi penggerak denyut ekonomi bagi sebagian penduduk Bukanagara.

Setelah dibangunnya ladang – ladang teh, Hofland membangun jalur transportasi berupa  jalan yang bisa dilalui pedati sejak tahun 1847. Kemudian di Bukanagara juga dibangun Pabrik teh dan rumah – rumah pegawai perkebunan. Hingga saat ini peninggalan-peninggalan tersebut masih dapat ditelusuri.

rumah tua bukanagara subang

Rumah Tua di Bukangara dalam Film Suster-N

Rumah Tua di Bukangara dalam Film Suster-N

Salah satu rumah tua peninggalan masa lalu yang masih kokoh berdiri adalah rumah bekas kepala Afdeling perkebunan Bukanagara. Rumah ini terlihat mencolok karena berada di salah satu bukit teh Bukanagara. Namun sayang saat ini kondisinya kurang terawat.Beberapa tahun lalu rumah tua ini dan keindahan Bukanagara pernah dijadikan lokasi syuting sebuah film nasional yang dibintangi artis Wulan Guritno , Atiqah Hasiolan, Jajang C Noor, Titi Kadarsih dan artis lainnya.

Pabrik Teh Bukanagara

Pabrik Teh Bukanagara

 

Di halaman Pabrik teh  Bukanagara terdapat sebuah lapangan luas, ditengahnya terdapat sebuah tugu prasasti yang menerangkan sejarah perkebunan Bukanagara. Di tugu itu diterangkan sejak tahun 1964 perusahaan perkebunan di Subang termasuk Bukanagara dikuasai sepenuhnya oleh pemerintah Indonesia, dan sekarang dibawah PTPN VIII.

Wisata sejarah  di Bukanagara tidak berakhir di situ. Tepat di bukit teh di belakang pabrik teh Bukanagara terdapat sebuah makam yang sangat dikeramatkan oleh warga sekitar. Warga sekitar menyebutnya situs Cipabesan. Bagi sebagian orang, lokasi ini merupakan lokasi menarik untuk wisata ziarah atau mungkin wisata mistis. >>> Selanjutnya Bagian 3