Dua Teureuh Subang Bertarung pada Pilkada Jabar 2018

Dedi Mulyadi (doc. Kompas ) & Ridwan Kamil (doc. beranda.co.id)

KOTASUBANG.com, Subang – Dua teureuh (keturunan) Subang akan bertarung dalam Pilkada Jabar 2018 yang akan berlangsung 27 Juni mendatang. Mereka adalah Ridwan Kamil yang merupakan calon gubernur dari Paslon No. urut 1 yang berpasangan dengan Uu Ruzhanululum dan Dedi Mulyadi yang merupakan calon wakil gubernur dari Paslon No. urut 4 yang berpasangan dengan Dedy Mizwar.

Ridwan Kamil memiliki ayah bernama Atje Misbach Muhjiddin yang merupakan pria asli Subang keturunan dari (alm) Kyai Muhyidin atau dikenal dengan nama Mama Pagelaran. Kyai Muhyidin kakek Ridwan Kamil merupakan pendiri Ponpes Pagelaran I Cimeuhmal Subang, Ponpes Pagelaran II Sumedang dan Ponpes Pagelaran III Cisalak, Subang. Kakek Ridwan Kamil diusulkan menjadi pahlawan nasional karena perjuangannya pada masa perang melawan Belanda. Beliau adalah panglima Hisbullah di Subang yang pernah ditahan di LP Sukamiskin dan Kebonwaru karena membawa santri-santri bergerilya melawan Belanda.

Paman beliau KH Atang Abdul Quddus (alm), Imam Mesjid Agung Subang dan KH Oom Abdul Qoyyum (alm), Pimpinan Ponpes Pagelaran III Gardu Sayang Cisalak Subang.

Sebelum mencalonkan diri menjadi gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjabat sebagai Walikota Bandung periode 2013 – 2018. Sebelumnya, setelah lulus S-2 dari University of California, Berkeley, Ridwan Kamil melanjutkan pekerjaan profesional sebagai arsitek di berbagai firma di Amerika Serikat. Tahun 2004 bersama teman-temannya dirinya mendirikan Urbane, perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa konsultan perencanaan, arsitektur dan desain.

Tokoh berdarah Subang lainnya yang akan bertarung pada Pilkada Jawa Barat 2018 adalah Dedi Mulyadi. Dedi Mulyadi adalah pria asli Subang. Dia lahir 11 April 1971 di Kampung Sukadaya, Desa Sukasari, Kecamatan Dawuan. Dia merupakan putra bungsu dari sembilan bersaudara. Ayahnya, Sahlin Ahmad Suryana merupakan pensiunan Tentara Prajurit Kader sejak usia 28 tahun akibat sakit yang diderita sebagai dampak racun mata-mata kolonial. Ibunya, Karsiti yang tidak pernah mengenyam bangku sekolah adalah aktivis Palang Merah Indonesia. Semasa kecil Dedi sering membantu ibunya mengembala domba dan berladang.

Dedi Mulyadi menempuh masa SD hingga SMA di kota kelahirannya, Subang. Mulai dari SD Subakti (1984), SMP Kalijati (1987), dan SMA Negeri Purwadadi (1990). Selanjutnya pendidikan tingginya diselesaikan di Sekolah Tinggi Hukum Purnawarman Purwakarta dengan meraih gelar Sarjana Hukum (1999).

Kariernya di dunia politik di mulai di Purwakarta. Dirinya terpilih menjadi Anggota DPRD Purwakarta pada Periode 1999-2004 dan menjabat sebagai Ketua Komisi E. Tahun 2003 dirinya terpilih sebagai Wakil Bupati Purwakarta Periode 2003-2008 berpasangan dengan Lily Hambali Hasan. Pada tahun 2008, ia mencalonkan diri sebagai Bupati Purwakarta Periode 2008-2013 berpasangan dengan Dudung B. Supardi, dan menjadi Bupati Purwakarta pertama yang dipilih langsung oleh rakyat. Pada periode selanjutnya, ia terpilih kembali menjadi Bupati Purwakarta Periode 2013-2018 berpasangan dengan Dadan Koswara. Pada 23 April 2016, Dedi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Periode 2016 – 2020.

Berita Terkait: