Ingin Visi Misi-nya Tercapai ? Ini yang Harus Dilakukan Bupati Subang

KOTASUBANG.com, Subang – Janji politik Bupati itu (visi misi selangit dan seindah apapun) pada akhirnya akan diukur outcomenya secara normatif dalam ukuran IPM (indeks pembangunan manusia) meliputi pendidikan, kesehatan dan daya beli. Dari 3 unsur IPM yang populis dan instant dituntut masyarakat adalah daya beli. Namun, disisi lain daya beli adalah indikator yang mudah dipukul oleh kondisi makro ekonomi dan kebijakan pusat.

 

Dalam meningkatkan daya beli masyarakat, dengan melihat mapping struktur ekonomi maka tidak mungkin mengandalkan APBD, katakanlah untuk infrastruktur jalan saja APBD Subang cukup berdarah-darah. Namun, bila Pemerintah lepas tangan juga menyerahkan soal daya beli ini kepada mekanisme pasar semata dan dunia swasta saja maka kendali perubahan bukan ditangan pemerintah daerah ini juga beresiko.

Untuk itu , aktor yang terlibat dalam upaya meningkatkan daya beli masyarakat itu adalah ABGC plus M. (Academic (Kampus dan lembaga riset), Business, Government, Community Dan Media). Hal ini dinamakan Kluster Inovasi Daerah. Mereka bersinergi dengan sumber daya yang dimiliki bergerak menuju tujuan bersama, meningkatkan daya beli masyarakat).

Bagaimana alur sumber daya, informasi, aktivitas membentuk suatu sinergi ini disebut sistem inovasi daerah. Dan ini harus dibuat dalam dokumen road map sistem inovasi daerah (SIDa) dalam jangka waktu 5 tahun. Road Map SIDa juga memuat 4 produk unggulan Subang apa yang akan di fokuskan selama 5 tahun ke depan untuk dikembangkan. Dalam sisi Government, Road Map SIDa Ini akan menjadi inspirasi / ruh/ benang merah dari RPJMD (rencana program jangka menengah daerah) yang akan dilaksanakan SKPD dalam kurun 5 tahun kedepan.

Sehebat apapun kepala daerah sebagai jabatan politik, sangat tergantung pada birokrasi ASN yaitu eselon 2 para pimpinan SKPD. Bila gerak mereka tidak dipandu road Map SIDa, dan RPJMD disusun berdasarkan kebiasaan – kebiasaan lama (Business as usual) maka Subang akan bergerak lamban dan tidak ada lompatan (stepping stone) dan terobosan (breakthrough). Walhasil , mau Subang Makmur (visi ala nomor 1), mau Subang Motekar (visi ala nomor 2), mau Subang Terpandang (Visi ala nomor 3), bila tanpa sebuah SIDa maka sudah pasti dari sisi teoritis dan empiris akan sulit di wujudkan.

Penulis :

Gugyh Susandy, SE, M.Si,

Akademisi, Penulis Buku Emotional Marketing

 

Berita Terkait: