Membuka Kisah Bukanagara (Bagian 1)

Bosan berwisata ke tempat wisata umum yang penuh sesak dan itu-itu aja? Bagi anda pecinta wisata alam dan petualangan mungkin perjalanan tim kotasubang.com berikut bisa menjadi referensi wisata anda selanjutnya.

Minggu, 23 September 2013 tim kotasubang.com mencoba menjelajahi tapal batas Subang bagian selatan. Kali ini tujuan kami adalah kampung Bukanagara, Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak. Dilihat di google map jarak dari pusat kota Subang hingga ke kampung ini hanya berjarak sekitar 35 km dan dapat ditempuh dalam waktu kurang dari 1 jam. Tapi kenyataannya tak sesuai perkiraan tersebut. Medan yang sangat berat, membuat jarak tempuh menjadi lebih lama. Membutuhkan waktu 2 hingga 3 jam untuk dapat mencapai kampung tersebut.

Gunung Canggah

Gunung Canggah

Untuk mencapai kampung Bukanagara, arahkan kendaraaan anda menuju Jalan Raya Cagak – Sumedang. Sekitar 100 meter dari gerbang Pabrik Air Mineral atau tepatnya di Desa Darmaga anda akan menemukan pertigaan menuju desa Cupunagara.
Memasuki jalan desa menuju Cupunagara, petualangan anda dimulai. Begitu memasuki jalan desa tersebut anda sudah harus melalui kontur jalan rusak yang menanjak. Tapi jangan khawatir, anda akan langsung disuguhi pemandangan yang eksotis, lembah kampung Darmaga lengkap dengan Gunung Tangkuban Parahu di sebelah kanan anda dan kemegahan Gunung Canggah di sebelah kiri anda.

Jalan Menuju Bukanagara Tahun 1901

Jalan Menuju Bukanagara Tahun 1901

Jalan Menuju Bukanagara 2013

Jalan Menuju Bukanagara 2013

Setelah berjalan beberapa kilometer kemudian anda akan memasuki kawasan hutan cukup lebat yang termasuk KPH Bandung Utara. Pemandangan di kiri kanan jalan anda akan berubah menjadi rimbunan pohon yang sangat rapat. Di kanan anda berupa tebing yang ditumbuhi pepohonan dan di sebelah kiri anda berupa jurang di beberapa bagiannya. Jalanan di dalam hutan ini rusak parah dan hanya berupa bebatuan yang mudah terlepas. Pada musim penghujan daerah ini rawan longsor dan sangat membahayakan.

Melewati jalan ini anda akan merasa berada di negeri antah berantah yang mungkin tak pernah anda bayangkan sebelumnya. Bagi anda yang sering mengeluhakan rusaknya jalan di daerahnya, mungkin harus sesekali mencoba kesini, merasakan penderitaan warga desa Cupunagara yang sudah puluhan tahun seperti “terisolasi” karena rusaknya infrastruktur jalan. Jalan menuju ke Bukanagara ini sebenarnya sudah pernah diaspal namun kini hampir sudah tidak tampak sisa aspal sedikitpun.

tugu bukanagara subang

Berdasarkan tugu prasasti yang terdapat di Bukanagara, sebenarnya jalur jalan pedati menuju Bukanagara sudah dibuat sejak tahun 1847 atas prakarsa Raden Rangga Martayuda dan Tuan Hofland. Hofland adalah tuan tanah pemilik perusahaan perkebunan P and T Lands. Luas tanahnya hampir mencakup seluruh wilayah Subang saat ini. Namun 166 tahun kemudian setelah saat itu, kondisi jalan menuju Bukanagara seperti tak banyak berubah.

Sepanjang perjalanan melalui hutan, anda akan menikmati segarnya udara. Sesekali aroma bunga kopi dan bunga pohon buah-buahan akan tercium kuat, mengiringi perjalanan anda menembus hutan tersebut. Hentikan kendaraan anda sejenak dan nikmati sunyinya hutan dan suara alam. Sesekali anda dapat mendengar suara kawanan monyet dari kejauhan.

Gerbang Desa Cupunagara

Gerbang Desa Cupunagara

Setelah menempuh perjalanan sekitar 2 – 3 jam akhirnya anda tiba di Desa Cupunagara. Sebuah gerbang sederhana akan menyambut kedatangan anda. 2 km dari gerbang tersebut anda akan sampai di Bukanagara, sebuah kampung yang berada diantara hamparan bukit – bukit teh. >>>Selanjutnya Bagian 2