Hasil Ekskavasi Diekspos, Situs Subang Larang Dilirik Pusat

KOTASUBANG.com, Subang – Bebagai tinggalan artefaktual yang ditemukan pada ekskavasi situs Subang Larang pada April lalu diekspos kepada media, Jumat (11/5/2018) kemarin. Selain dihadiri awak media, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang dalam hal ini Bidang Kebudayaan juga mengundang para guru MGMP Sejarah Kabupaten Subang pada kegiatan sosialisasi hasil ekskavasi tersebut.

Lutfi Yondri, arkelog senior yang memimpin ekskavasi tersebut mengatakan, berbagai artefak yang ditemukan tersebut telah membuka mata para peneliti lain bahwa situs Subang Larang merupakan situs yang sangat penting untuk diteliti lebih lanjut. Temuan kerangka manusia prasejarah dan artefak peninggalan budaya manusia prasejarah tersebut mengidikasikan salah satu titik penyebaran rumpun Austronesia di pulau Jawa.

“Bisa saja nantinya situs Subang Larang jadi pusat penelitian dunia mengenai penyebaran rumpun Austronesia di Indonesia,” katanya.

Bahkan menurutnya dengan berbagai penemuan ini, Pusat Arkeologi Nasional juga rencananya akan menyediakan anggaran untuk ekskavasi lebih lanjut di situs Subang Larang.

Mengenai hasil ekskavasi yang telah dilakukan di situs Subang Larang mulai tahun 2012, 2016 dan 2018, Lutfi Yondri dan tim sudah menemukan 5 kerangka manusia prasejarah. Satu diantaranya yang ditemukan pada ekskavasi 2018 ini dalam kondisi lengkap. Dapat dikenali mulai dari kepala hingga kaki.

Di sekitar kerangka tersebut ditemukan bekal kubur yang terdiri dari beragam benda seperti manik-manik, senjata dari logam, peralatan dari batu dan tembikar. Sampai saat ini sudah lebih 1600 butir manik-manik dengan berbagai bentuk dan bahan ditemukan di situs tersebut.

Berbagai penemuan di situs Subang Larang ini melengkapi kekayaan sejarah di Subang. Kabupaten Subang memiliki berbagai peninggalan sejarah/parasejarah yang cukup lengkap untuk menggambarkan lini masa Subang dari masa lalu hingga saat ini. Mulai dari peninggalan hewan purba, manusia prasejarah, tinggalan zaman hindu-budha, tinggalan masa Islam, masa penjajahan hingga masa kemerdekaan.

Dalam kesempatan tersebut, Lutfi juga mengungkapkan apresiasinya kepada Disdikbud Kabupaten Subang yang telah berani menganggarkan program ekskavasi.

“Saya kira sangat jarang daerah lain yang seperti Subang (menganggarkan ekskavasi) atau bahkan satu-satunya di Indonesia, karenanya saya sangat mengapresiasi Pemkab Subang” katanya.

Sementara itu Kadisdikbud Kabupaten Subang , H. Suwarna berharap penelitian di situs Subang Larang terus dilanjutkan.

“Jangan berhenti disini, perlu digali lebih jauh lagi, karena semua temuan itu, ada hubungannya dengan semua temuan sebelumnya di beberapa daerah di Jawa Barat, bahkan di Indonesia, maka dari itu harus dilanjutkan,” kata Kepala Disdikbud Subang H. Suwarna disela-sela ekspos hasil ekskavasi Situs Nyi Subang Larang di Aula Rapat Grand Hotel Subang, Jumat (11/5/2018).

Suwarna berharap, pada ekskavasi selanjutnya perlu menjadi perhatian dari Pemerintah Pusat, karena selain berkaitan dengan anggaran yang tidak sedikit, tetapi juga yang lebih terpenting ekskavasi cagar budaya di Situs Nyi Subang Larang ini berhubungan erat dengan perkembangan kehidupan, budaya, sosial dan religi bangsa Indonesia sebelumnya.

Selain itu dirinya juga menghimbau berbagai Dinas lainnya turut terlibat dalam pengembangan situs Subang Larang ke depan diantaranya Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Oahraga, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan.

“Ini karena masing-masing dinas memiliki tanggungjawab yang sama untuk melakukan konservasi cagar budaya Situs Nyi Subang Larang tersebut. Misalnya Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga memiliki kepentingan untuk mengembangkan sektor kepariwisataannya. Selanjutnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tentang edukasi dan Kebudayaan, ” paparnya.

“Kemudian Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, mambangun infrastruktur jalan yang refrensentatif akses jalan menuju ke lokasi cagar budaya Situs Nyi Subang Larang. Dan terakhir Dinas Likungan Hidup dan Kebersihan terkait dengan pelestarian lingkungan di lokasi Cagar Budaya Situs Nyi Subang Larang,” lanjut Suwarna.

Dalam acara sosialisasi tersebut ditampilkan berbagai penemuan hasil ekskavasi. Para peserta yang hadir tampak antusias melihat berbagai artefak hasil penemuan tersebut.

Berita Terkait: