Santri Jangan Golput

KOTASUBANG.com, Subang – Sosialisasi Pilkada serentak tahun 2018 terus digaungkan. Hari ini Sabtu (21/2018) Pesantren Darul Falah yang berada di Desa Cimanggu Kecamatan Cisalak, Subang ambil bagian dalam sosialisasi Pilkada tersebut bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Subang.

Sosialisasi terhadap pemilih pemula yang merupakan para santri tersebut dihadiri oleh Pimpinan Ponpes Darul Falah Ridwan Hartiwan, anggota PPK dan Panwas Cisalak, Kades Cimanggu, serta puluhan peserta yang terdiri dari santriwan dan santriwati.

Adapun untuk narasumber dalam kegiatan sosialiasasi tersebut adalah Ketua PPK Kecamatan Cisalak Yoyo Waluyo dan pegiat media Annas Nasrullah, dengan dimoderatori oleh pimpinan pondok Ridwan Hartiwan.

Ketua PPK Kecamatan Cisalak Yoyo Waluyo dalam kesempatan itu memaparkan tentang Pilkada Serentak yang akan digelar pada 27 Juni 2018 mendatang, oleh karena itu semua yang hadir jangan sampai melewatkan momen tersebut.

“Harus diingat sebentar lagi kita akan melaksanakan pemilihan bupati dan gubernur yang akan dilaksanakan pada hari Rabu, 27 Juni 2018. Bagi yang sudah 17 silakan datang ke TPS, dan yang belum kasih tahu teman dan keluarga yang lain,” kata Yoyo Waluyo.

Dalam kesempatan itu, Yoyo juga mengajak para santri untuk menyampaikan kepada masyarakat luas, apa yang mereka dapat dari sosialisasi yang dilaksanakan di Ponpes Darul Falah ini. “Sampaikan kepada semua orang yang belum tahu, bahwa nanti akan ada pemilihan umum,” katanya.

Yoyo mengatakan saat ini pihaknya memang fokus melaksanakan sosialisasi kepada pemilihan pemula yang masih punya pemahaman awal konsep pemilihan itu bagaimana “Sehingga kita berikan pemahaman, apa itu pemilu serta bagaimana pelaksanaannya,” katanya.

Diakhir Sosialisasi, Yoyo Waluyo berpesan agar para santri bisa menggunakan hak pilihnya dan tidak golput. “Jangan golput, harus datang ke TPS untuk menggunakan hak pilih dalam PilBup Subang dan Pilgub Jabar yang akan digelar pada 27 Juni 2018 nanti,” katanya.

Narasumber lainnya Annas Nasrullah mengatakan, sosialisasi pemilu kepada pemilih pemula yang mayoritas adalah kalangan pelajar/santri sangat diperlukan agar mereka menggunakan hak suara secara tepat dan berkualitas.

“Mereka perlu didorong untuk antusias datang ke TPS guna memilih partai politik atau calon-calon pemimpin sesuai dengan aspirasinya, tidak golput atau tidak memberikan suara pada pemilu dan termakan ajakan politik uang,” kata Annas yang juga Tim Media Center KPU Subang.

 

Berita Terkait: