Wow!, Ternyata Subang Pernah Sumbang Pesawat Kepada Kerajaan Inggris

KOTASUBANG.com, Subang – 1 September 1939 dicatat sebagai awal mula terjadinya perang dunia II ketika Jerman menginvasi Polandia. Dua hari kemudian Perancis dan Britania diikuti negara-negara persemakmuran menyatakan perang terhadap Jerman.

Meski awalnya Belanda menyatakan bersikap netral, namun kemudian, 10 Mei 1940 Jerman menginvasi Belanda dan beberapa negara lainnya, sehingga kemudian Belanda terlibat dalam PD II ini yang kemudian bergabung dengan blok sekutu yang terdiri dari Amerika Serikat, Britania Raya, Uni Soviet, Tiongkok dan beberapa negara eropa lainnya. Blok sekutu yang dipimpin Inggris ini kemudian melawan blok poros yang terdiri dari Jerman, Italia dan Jepang. Ketika Belanda dikuasai Jerman tersebut kemudian mendirikan pemerintahan pengasingan Belanda di London untuk melanjutkan perjuangan.

Sebagai perwujudan keikutsertaan masyarakat Inggris dalam menghadapi Perang Dunia II tersebut, mereka kemudian mengadakan gerakan “Spitfire Funds” pada musim panas tahun 1940. Dimana mereka membuka donasi warga untuk bersama-sama memproduksi peralatan perang dan membeli pesawat tipe Spitfire untuk mengganti pesawat mereka yang ditembak jatuh oleh Jerman saat serangan udara. Spitfire ini kemudian diberi nama “Presentation Spitfire”.

Setelah Belanda jatuh ke tangan Jerman 10 Mei 1940 donasi ini kemudian juga dilakukan masyarakat Hindia Belanda, Antilles, dan Suriname diawali 10 Agustus 1940. Sumbangan ini bernama “Spitfire Fonds” dimana kemudian sumbangan ini diserahkan kepada pemerintah Inggris untuk dibuatkan pesawat. Sebuah pesawat spitfire dihargai sebesar 5000 poundsterling, harga teoritis karena ongkos produksi bisa lebih tinggi atau lebih rendah.

Pengumpulan donasi ini tergolong sukses, menurut salah seorang wartawan Australia ketika itu, semangat donasi juga ditunjukkan oleh orang-orang indo Belanda dan pribumi. Banyak juga orang Jawa yang memakai pin “Nederland zal Herrijzen” (Belanda segera bangkit). Digelar pula pameran foto pro-Inggris. Selain itu di tiap kampung terpasang pula gambar tokoh – tokoh terkenal pro-sekutu dan ukiran pesawat Spitfire dipajang di atas tiang.

Dari hasil donasi tersebut kemudian ketika Perdana Menteri Inggris Winston Churchill berulang tahun ke-66, masyarakat Hindia Belanda melalui organisasi Spitfire Funds memberikan hadiah tujuh Spitfire dan diberi nama : Ceram, Batavia, Bandoeng, Merapi, Soebang, Toba, dan O.A.B, seperti termuat pada London Times tanggal 30 November 1940.
Selain itu, tercatat terdapat 100 buah Spitfire hasil dari sumbangan penduduk Hindia Belanda. Tiap Presentation Spitfire hasil sumbangan tersebut kemudian diberi tulisan nama pendonor berwarna kelabu sebesar 2 inci di badan pesawat depan sayap.

Spitfire Fonds ini kemudian berakhir ketika Jepang menginvasi Hindia Belanda. Sungguh ironi, ketika Hindia Belanda menyumbangkan banyak Spitfire untuk Inggris namun mereka sendiri tidak memiliki pesawat canggih tersebut untuk melawan Jepang hingga kemudian bertekuk lutut terhadap Jepang 8 Maret 1942 di Kalijati, Subang. Selain itu perlu dikaji juga apakah semangat donasi untuk Spitfire dari kaum pribumi tersebut tulus atau tidak, karena faktanya ketika jepang menginvasi Hindia Belanda, kaum pribumi seperti lebih memilih bersama Jepang.

Seperti telah disampaikan di atas, salah satu pesawat yang disumbangkan kemudian diberi nama “Soebang”. Bebagai keterangan mencatat, sesuai namanya, pesawat tersebut merupakan hasil dari sumbangan masyarakat Subang. Namun, belum diketahui apakah hanya orang Belanda atau Inggris yang tinggal di Subang saja yang memberikan sumbangan tersebut atau orang-orang pribumi juga turut serta memberikan donasi. Perlu diketahui, ketika itu wilayah Subang masih dikuasi perusahaan perkebunan dimana tentunya banyak orang Belanda / Inggris yang tinggal di Subang.

Squadron leader Jack Watts dari RCAF sedang menumpangi “Soebang”. Pada bagian badan pesawat terdapat gambar swastika sebanyak 10 buah.

Presentation Spitfire “Soebang” ini kemudian dipakai oleh RCAF (Angkatan Udara Kanada). Pesawat “Soebang” ini dianggap salah satu yang paling sukses karena telah menjatuhkan banyak pesawat musuh. Dalam sebuah gambar terlihat squadron leader Jack Watts dari RCAF sedang menumpangi “Soebang”. Pada bagian badan pesawat terdapat gambar swastika sebanyak 10 buah. Hal ini menandakan sang pilot “Soebang” sudah menjatuhkan 10 buah pesawat Jerman.

Spitfire “Soebang” kemudian menjadi satu-satunya Presentation Spitfire yang tersisa di dunia. Saat ini pesawat tersebut dapat dilihat di Canadian War Museum di Ottawa, Kanada. (aviahistoria.com/ museummiliterku.blogspot.co.id/forum.keypublihing.com/ingeniumcanada.org)

Pesawat Spitfire “Soebang” dimuseum Kanada

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here