Hari Perempuan Sedunia, Buruh Gelar Aksi Teatrikal di Depan Kantor Bupati Subang

KOTASUBANG.com, Subang – Peringatan International Women’s Day (IWD) atau hari perempuan sedunia yang jatuh 8 Maret kemarin, diperingati hari ini (9/3/2018) oleh Forum Buruh Perempuan Subang (FBPS) dan Aliansi Buruh Subang (ABS) dengan melakukan aksi teatrikal di halaman Pemkab Subang.

Dalam aksi teatrikalnya, puluhan buruh menampilkan bagaimana kaum buruh perempuan di Kabupaten Subang memperjuangkan hidup mulai dari rekrutmen di sebuah pabrik hingga setelah mereka bekerja di dalam pabrik. Mereka menggambarkan bagaimana kaum buruh harus bertahan di dalam pabrik tempat mereka bekerja meskipun terkadang mereka mendapatkan perlakuan tidak manusiawi seperti hinaan dan cacian dari atasan. Namun, mereka seakan tak punya pilihan lain kecuali bertahan dalam kondisi seperti itu demi bertahan hidup.

Sebelumnya, beberapa buruh melakukan orasi mengungkapkan tuntutannya. Diantaranya, menuntut perusahaan untuk memberikan jaminan perlindungan atas hak-hak buruh perempuan. Stop memeriksa haid buruh perempuan karena haid bukan penyakit. Realisasikan ratifikasi konvensi ILO No. 183 tentang perlindungan maternitas, cuti melahirkan 14 Minggu. Berikan perlindungan bagi buruh migran Subang dan segerakan perda ketenagakerjaan Kabupaten Subang.

“Kami juga menuntut agar buruh perempuan mendapatkan rasa aman dan tenang dalam bekerja dan stop kekerasan dan pelecehan terhadap perempuan ditempat kerja,” ujar Esty Setyorini aktivis FBPS.

Dalam kesempatan tersebut turut pula berorasi ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Hj. Omoh Juangsih. Dalam orasinya beliau berpesan agar para buruh perempuan tetap bersemangat memperjuangkan tuntutannya, salah satunya mengenai Perda Ketenagakerjaan.

“Kami mengetahui sejak 2 tahun lalu adik-adik buruh memperjuangan tentang Perda Ketenagakerjaan. Kami mohon maaf belum bisa berbuat banyak, tapi kami selalu mensuport perjuangan adik-adik. Jangan lelah, jangan putus asa, teruslah berjuang. Semoga Allah membukan pintu hati para pejabat yang menangani Perda ini sehingga segera terwujud,” ungkapnya.

Selain aksi teatrikan dalam peringatan IWD tersebut juga dilakukan pembacaan puisi tentang perjuangan buruh perempuan.

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here