Kawasan Wisata Ciater Subang, Aman untuk Dikunjungi

Pantauan awak media, pihak Sari Ater, Kasatlantas Polres Subang, Kadisparpora Subang, Camat Ciater Polsek Jalancagak, Koramil Sagalaherang, dan unsur lainnya ke lokasi Tanjakan Aman.

KOTASUBANG.com, Ciater – Pasca tragedi kecelakan bus di Tanjakan Aman beberapa waktu Kepala Satlantas Polres Subang, AKP Budhy Hendratmo lalu menghimbau agar wisatawan tidak perlu khawatir mengunjungi obyek wisata di Kabupaten Subang karena pihaknya bersama stakeholder lain sudah melakukan langkah-langkah strategis untuk mengantisipasi terulangnya kejadian tersebut. (baca juga : Air Panas Alamnya No. 1 Di Dunia, Wisatawan dari 58 Negara Sudah Kunjungi Sari Ater)

“Langkah-langkah jangka pendek yang telah dan akan dilakukan diantaranya memasang rambu-rambu peringatan, memasang CCTV atau kamera pengawas di beberapa titik untuk memantau​ arus maupun antisipasi potensi kriminal, melakukan uji atau pemeriksaan kelaikan kendaraan sebelum melintasi tanjakan/turunan tersebut.” jelasnya pada acara Silaturahmi bersama media menyambut HUT Sari Ater ke-44, Rabu (7/8/2018).

Kemudian lanjut Budhy ada pula himbauan suara pakai pengeras yang akan dipasang kawasan Tangkuban Parahu dan membangun drainase atau saluran air di kiri-kanan jalan. Selain sebagai saluran air drainase berfungsi untuk membantu sopir mengurangi kecepatan kendaraan jika terjadi masalah pada pengereman kendaraan.

Kepala Satlantas Polres Subang, AKP Budhy Hendratmo pada acara Silaturahmi Media Sari Ater (8/3/2018)

Untuk solusi jangka panjang ke depan akan dibangun jalur keselamatan (safety) yang rencananya akan dibangun oleh Dinas Bina Marga Jabar. Selain itu direncanakan pula pembangunan satu jalur jalan baru yang melewati Tanjakan Aman.

“Kami akan terus mengawal ini, bila perlu kami akan terus layangkan surat kepada provinsi agar solusi jangka panjang ini dapat segera diwujudkan,” katanya.

AKP Budhy Hendratno juga mengungkapkan karena Sari Ater sudah menjadi tujuan wisatawan dari berbagai negara maka level pengamanannya pun harus berstandar internasional. Apalagi setelah beroperasinya bandara Kertajati dan Pelabuhan Patimban, tentunya akan lebih banyak wisatawan asing yang berkunjung. Pihaknya bersama stakeholder lain dan Sari Ater juga telah menyiapkan menyiapkan penanganan kecelakaan terpadu sebagai antisipasi jika terjadi insiden kecelakaan. Dirinya juga menyambut baik dengan akan dibangunnya helipad di area Sari Ater.

Berita Terkait: