“Kerusuhan” di Subang Berhasil Ditangani, Sebuah Bom Diledakkan

KOTASUBANG.com, Subang – Ratusan demonstran mengepung kantor KPU Kabupaten Subang. Negosiasi yang dilakukan oleh Polres Subang gagal. Semakin siang demonstran malah semakin bertambah dan makin beringas.

Dalam situasi yang semakin memanas, Satgas Triparta yang merupakan gabungan Polri dan TNI diterjunkan. Demonstasi berubah menjadi kerusuhan, Water canon dan tembakan gas air mata tak juga meredam unjuk rasa, massa malah semakin beringas dan mulai melakukan penjarahan di beberapa toko. Polisi terpaksa menggunakan timah panas untuk melumpuhkan provokator. 3 orang provokator berhasil dilumpuhkan dan kerusuhan bisa diantisipasi dan tak meluas.

Namun tak sampai disitu, setelah situasi mereda, sebuah bom ditemukan oleh tim patroli gabungan. Polres Subang segera meminta bantuan Tim Gegana Brimob Polda Jabar. Dengan sigap tim Jibom langsung melakukan olah TKP dan untuk keamanan tim Jibom kemudian meledakan bom yang terbuat dari rangkaian elektronik dalam kardus tersebut.

Adegan demi adegan di atas bukan kejadian nyata. Drama itu hanyalah simulasi penanganan kerusuhan pada Pilkada 2018. Drama tersebut ditampilkan dalam Sispamkota dan Pembentukan Satgas Triparta untuk mengoptimalkan pengamanan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018, yang digelar di jalan KS Tubun, Subang, Jumat (9/2/2018).

Pada simulasi ini sebanyak 850 personel gabungan TNI-Polri diterjunkan. Sementara dalam pelaksanaannya nanti sebanyak 1800 personel telah disiagakan demi menjaga dari hal yang tak diinginkan. Hal itu disampaikan Kapolres Subang, AKBP Muhammad Joni seusai acara.

“Kita harapkan Pilkada berjalan aman dan damai, namun sebagai antisipasi dan kewaspadaan kita sudah menyiagakan sebanyak 1800 personel,” kata Kapolres.

Artikel Terkait:

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here