Desa Wisata Cibuluh Peringati Palagan Ciseupan, Sebuah Pertempuran Heroik

KOTASUBANG.com, Subang – Dalam rangka memperingati 69 tahun terjadinya palagan Ciseupan dan hari jadi desa Cibuluh Tanjungsiang yang ke-90, desa Wisata Cibuluh, Kecamatan Tanjungsiang menggelar berbagai kegiatan.

“Dahulu di sini, terjadi sebuah pertempuran antara tentara Siliwangi melawan penjajah Belanda. Sebagai tanda penghormatan bagi para pejuang yang gugur dalam peristiwa tersebut dibangunlah monumen ini. Dan hari ini kita memperingati peristiwa bersejarah tersebut,” ujar Saeful Zaman, Kepala Desa Cibuluh, kecamatan Tanjungsiang di Monumen Ciseupan, Sabtu (3/2/2018). (baca juga : Kisah Heroik Tentara Siliwangi dan Rakyat Ciseupan, Tanjungsiang pada Perang Kemerdekaan)

Dalam rangka memperingati hari bersejarah tersebut sekaligus hari jadi desa Cibuluh yang ke-90 berbagai kegiatan dilaksanakan pada hari ini, diantaranya pertunjukkan seni budaya dan saresehan sejarah Palagan Ciseupan. Berbagai kegiatan tersebut dilaksanakan di 2 lokasi berbeda yaitu di lokasi monumen Cisepan dan di Aula kantor Desa Cibuluh. Dalam saresehan tersebut akademisi dan sejarawan didatangkan untuk menjadi narasumber.

Dalam sambutannya Bupati Imas mengungkapkan apresiasinya atas diselenggarakannya kegiatan ini. dirinya berharap dengan adanya para peneliti sejarah yang turun ke desa Cibuluh, peristiwa sejarah yang terjadi di Cibuluh bisa ditulis, dibukukan sehingga bisa tertulis dalam literatur sejarah indonesia.

“Sejarah tidak boleh hilang, peristiwa Ciseupan harus tercatat dalam sejarah nasional dan diketahui oleh seluruh rakyat indonesia terutama generasi muda dan penerus generasi kita,” ungkap Imas dalam sambutannya di Monumen Ciseupan.

Monumen ini kata Imas merupakan salah satu destinasi wisata sejarah di Cibuluh. Dirinya mengajak warga desa Cibuluh untuk terus berfikir kreatif bagaimana caranya agar lebih banyak lagi wisatwan yang datang ke sana. Karena dengan pariwisata bisa meningkatkan ekonomi warga.

Sementara itu pendamping wisata desa Cibuluh dari Bale Budaya Bandung Bambang Subarnas mengatakan peristiwa palagan Cisepan dan Monumen sangat bernilai bagi warga Cibuluh.

“Karenanya hari ini digelar saresehan Palagan Ciseupan. Sejarah ketika tidak diucap-ulangkan lambat laun akan hilang,” katanya di Aula kantor Desa Cibuluh di hadapan guru-guru IPS se-Kabupaten Subang pada acara saresehan Palagan Ciseupan, Sabtu (3/2/2018).

Palagan Ciseupan yang kemudian dibangunkan monumen itu, menurut Bambang memilki nilai-nilai perjuangan yang merupakan inspirasi dan pembelajaran bagi generasi berikutnya. Dan tentang nilai-nilai itu perlu dikuatkan kembali dengan acara saresehan seperti ini. Kunjungan ke monumen palagan Ciseupan dijadikan salah satu paket wisata ke desa wisata Cibuluh, selain wisata alam dan seni budayanya.

Selanjutnya Bambang mengatakan Cibuluh merupakan satu titik penting dalam menghadapi perubahan Subang 10-20 tahun mendatang. Di mana Subang diproyeksikan menjadi daerah Industri apalagi dengan adanya pelabuhan internasional Patimban. Desa wisata Cibuluh akan menjadi destinasi untuk pelepas lelah atas hiruk pikuk Subang pada masa datang dengan potensi wisata alam, budaya dan sejarahnya.

Artikel Terkait:

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here