Arah Politik Gerakan #SubangBARU di Pilkada Subang 2018

KOTASUBANG.com, Subang – Dengan telah terdapatnya tiga bakal pasangan calon (bapaslon) bupati dan wakil bupati Subang 2018 mendapat apresiasi dari pegiat #SubangBARU.

Bapaslon yang sudah resmi terdaftar di KPU Kabupaten Subang untuk ikut berkompetisi dalam Pilkada Serentak 2018 merupakan para pemenang dan tentunya akan menjadi pilihan masyarakat untuk kelak memimpin Subang lima tahun kedepan.

“Kita sangat mengapresiasi hasil pendaftaran kemaren. Saya ucapkan selamat kepada bapaslon yang telah memenangkan kompetisi antar balon (bakal calon),” kata pegiat #SubangBARU H. Ade Mulyana, Jumat (12/1/2018).

Terkait dengan arah politik #SubangBARU setelah Dewi Nirmalasari tidak mendapatkan rekomendasi dari PKB sebagai calon wakil bupati, pihaknya akan segera melakukan konsolidasi.

“Kami akan terus melakukan konsolidasi dengan basis #SubangBARU dan tetap akan melakukan pendidikan-pendidikan politik sehingga kita bisa satu visi untuk mengambil penyikapan terhadap situasi politik saat ini,” katanya.

Ade mengatakan, #SubangBARU akan sangat berhati-hati dalam mengambil keputusan untuk menentukan dukungan karena pilkada akan menentukan hajat orang banyak selama lima tahun kedepan.

“Kita harus berhati-hari didalam memutuskan pilihan atau dukungan,” katanya.

Sampai saat ini, #SubangBARU ditegaskan Ade belum bisa memutuskan mendukung calon yang mana, karena untuk menentukan sebuah keputusan, #SubangBARU harus melakukan konsolidasi dengan semua basis.

“Kalau soal dukungan, saya kira terlalu dini untuk memutuskan kita mendukung siapa. Bagaimana pun kita harus mengadakan pertemuan dengan semua basis-basis, karena #SubangBARU bukan sebuah organisasi komando, tapi kolektif kolegial karena terdiri dari berbagai interest grup,” jelasnya.

Pegiat #SubangBARU lainnya Gugyh Susandi menambahkan terhadap demokrasi, #SubangBARU memandang secara seksama dapat disikapi pada dua aspek. Pertama, demokrasi prosedural yaitu proses memilih pemimpin dengan dipilih langsung oleh masyarakat.

Untuk hal ini, maka sosok pemimpin selain harus berkualitas juga dia harus dicintai oleh masyarakat. Kedua, demokrasi substantial yaitu nilai/konsep yang diperjuangkan dalam rangka pengurusan masyarakat oleh suatu sistem kepemimpinan politik (kekuasaan).

“Maka untuk hal ini, #SubangBARU tidak hanya sekedar memandang pilkada bukan hanya sebuah proses pemilihan langsung pemimpin oleh masyarakat, namun platform kontestasi nilai/konsep apa yang akan diperjuangkan serta diamanahkan oleh rakyat kepada pemimpin,” katanya.

Maka dengan memperhatikan dua aspek diatas, pilkada Subang sekarang baru dalam area demokrasi prosedural yang masih dapat direspon positif oleh #SubangBARU. Namun, apabila berbicara demokrasi substantial, #SubangBARU sedang mengamati, mendengar, mempelajari nilai/konsep sistem kepemimpinan seperti apa yang akan diwujudkan. Koalisi partai baru mencerminkan capaian efektifitas minimum tiket, namun belum menggambarkan substansi nilai/konsep yang menjadi inti dari demokrasi itu sendiri. Bahkan #SubangBARU memandang demokrasi substantial ini yang jauh lebih penting untuk diperjuangkan dari pada demokrasi procedural.

“Kami tidak akan diam menjadi penonton ketika menyikapi demokrasi substantial, namun bisa saja hanya menjadi penonton untuk demokrasi procedural,” pungkasnya.

Berita Terkait: