Keren, 4 Dalang Wayang Kulit Subang Raih Penghargaan Tingkat Jabar

KOTASUBANG.com, Subang – Kabar baik kembali datang dari dunia seni Kabupaten Subang, kali ini giliran dalang Wayang Kulit yang berhasil mengharumkan nama Subang di dunia pedalangan. Tak tanggung-tanggung 4 dalang sekaligus berhasil meraih penghargaan pada Festival Dalang Wayang Kulit Binojakrama Pedalangan yang berlangsung di gedung Rumentang Siang, Bandung yang berlangsung 27-30 November 2017 lalu.

Acara yang diselenggarakan Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Jabar dan Balai Pengelolaan Taman Budaya Jabar ini diikuti 9 kabupaten/kota di Jawa Barat.┬áDalam Festival tersebut terdapat 4 (empat) kategori, yakni : Dalang Anak, umur 10 – 15 tahun, Dalang Remaja, umur 15 – 22 tahun, Dalang Muda, umur 22 – 30 tahun, Dalang Dewasa,umur 30 – ke atas. Aspek penilaian terdiri dari indikator-indikator yang berkaitan dengan keterampilan mendalang, meliputi: Antawacana, Catur, Sabet, Lakon.

Empat dalang wayang kulit asal Subang yang meraih penghargaan tersebut adalah ; Shatori-Juara Umum Dalang Remaja, Sunarto Januar-Pinunjul Antawacana Kawen Terbaik Dalang Anak, Ismani-Pinunjul Sabet Dalang Muda dan Suwarta-Pinunjul Lakon Dalang Dewasa. Ke-empat dalang tersebut berasal dari Desa Jati, Kecamatan Cipunagara.

Kabid Kebudayaan, Dinas pendidikan dan Kebudayaan, Didin Mahpudin sangat mengapresiasi atas prestasi yang telah diraih oleh para dalang wayang kulit ini.

“Saya ucapkan terima kasih kepada para dalang wayang kulit yang telah mengharumkan nama Subang. Prestasi ini harus menjadi motivasi untuk para dalang muda sebagai regenerasi dalang di Kabupaten Subang. Tahun depan Insya Allah bisa mengikuti festival tingkat nasional, ” ungkap Didin.

“Saya berharap berbagai kalangan untuk turut mensupport perkembangan wayang dan pedalangan di Kabupaten Subang. Para dalang ini telah membantu sektor pengembangan pendidikan kebudayaan dengan memberikan nilai-nilai moral dan edukatif yang baik untuk membangun karakter masyarakat Subang melalui lakon atau cerita yang ditampilkan dalam wayang,” tambahnya.

Supendi, selaku sesepuh dalang asal desa Jati yang mengikuti Festival Dalang Jawa Barat tersebut berharap dengan prestasi ini bisa membangkitkan lagi eksistensi wayang kulit di kalangan masyarakat. Dirinya berharap pemerintah Kabupaten Subang juga bisa memperhatikan kesenian yang ada di masyarakat, terutama yang keberadaannya hampir punah.

“Meskipun dalam keterbatasan, dengan berlatih di tempat seadanya, hanya latihan di emper dengan ngampar menggunakan terpal kita bisa berprestasi. Mudah-mudahan ke depan, Pemerintah atau berbagai pihak bisa mewujudkan harapan kami untuk memiliki sanggar, agar tidak kehujanan ketika berlatih sehingga bisa lebih berprestasi lagi, ” harapnya.

Supendi juga berharap agar masyarakat Subang juga turut serta melestarikan seni budaya yang ada di Kabupaten Subang.

“Buat masyarakat Subang kalau ada acara kami berharap bisa nanggap seni tradisional yang ada di daerahnya, jangan budaya luar. Kalau bukan kita siapa lagi yang akan ngamumule seni budaya sendiri,” katanya.