Bukit Pasir Jaka, Cisalak, Satu Lagi Potensi Wisata Subang yang Menakjubkan

KOTASUBANG.com, Cisalak – Potensi wisata Kabupaten Subang memang tiada habisnya. Setelah sejak medio Mei 2017 lalu wisata Bukit Pamoyanan viral di media sosial setelah beredar foto-foto dan video keindahan lautan awan bukit Pamoyanan hasil karya komunitas Bingkai Fotografi Subang (BFS) dan Badan Promosi Pariwisata (BPPD) Kabupaten Subang, kini ada lagi satu tempat yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata baru, yaitu Bukit Pasir Jaka. (Baca Juga : Menikmati Secangkir Kopi Diatas Lautan Awan Pamoyanan)

Bukit ini masih satu hamparan dengan Pamoyanan. Jika Pamoyanan termasuk wilayah desa Kawungluwuk Tanjungsiang, maka Pasir Jaka terletak di kampung Panyeredan, Desa Cimanggu, Cisalak. Serupa dengan Bukit Pamoyanan, Pasir Jaka juga menawarkan keindahan bentangan alam dilihat dari ketinggian. Hanya saja lokasi ini berada pada posisi yang lebih tinggi dari Pamoyanan.

Jumat (8/9/2017), KOTASUBANG.com, bersama dengan BFS dan BPPD mencoba menjejakan kaki di Bukit Pasir Jaka. Untuk menuju kesana pengunjung bisa menitipkan kendaraan bermotor di dekat Mesjid kampung Panyeredan. Dari sana pengunjung harus berjalan kaki sekira 30-45 menit menuju ke puncaknya dengan kontur jalan yang terus menanjak. Jalur ini merupakan salah satu jalur pendakian ke Gunung Canggah.

Lelah perjalanan menuju ke puncak akan terbayar lunas setelah menikmati pemandangan luas dari atas bukit Pasir Jaka di pagi hari. Pengunjung bisa menyaksikan indahnya semburat keemasan langit pagi, mentari pagi perlahan-lahan akan muncul dari balik gunung Tampomas di kejauhan. Sementara itu hamaparan awan putih terlihat menakjubkan menutupi hutan dan pemukiman di bawah bukit.

Satu lagi yang istimewa dari Pasir Jaka adalah tak jauh dari lokasi ini terdapat sebuah air terjun. Air terjun berundak ini dikenal dengan nama curug Paok. dari Pasir Jaka pengunjung hanya memerlukan waktu sekitar 30 menit untuk mencapainya.

Menurut penuturan warga, Pasir Jaka sejak dahulu juga kerap digunakan oleh penduduk sekitar untuk tempat beristirahat setelah bekerja di ladang. Lokasi itu sendiri asalnya merupakan hutan yang kemudian dibuka menjadi ladang. Tapi kemudian lokasi ini terbengkalai setelah disewakan oleh desa kepada pihak swasta. Hingga kemudian sekitar 2 minggu lalu lokasi ini kembali dibersihkan bersama mahasiswa KKN Universitas Subang, Kepala Desa Cimanggu dan masyarakat sekitar.

Warga berharap setidaknya setelah dibersihkan dan banyak dikunjungi akan menggerakan perekomian warga kampung sekitarnya.

Aksesibilitas

Akses menuju bukit Pasir Jaka dapat ditempuh melalui tugu nanas Jalancagak ke arah timur. Kemudian sekira 50 meter setelah kantor desa Cimanggu arahkan kendaraan belok kanan menuju Panyeredan. Estimasi perjalanan dari Subang kota menuju Kampung Panyeredan sekira 1 jam perjalanan.

Parkirkan kendaraan di dekat Masjid Panyeredan. Dari sana perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sekira 1 Km dengan kontur jalan terus menanjak. Saat ini (September 2017) belum ditentukan retribusi masuk ke Pasir Jaka, pengunjung hanya membayar parkir untuk menitipkan kendaraan.

Yang perlu diperhatikan

  1. Lautan awan di Pasir Jaka hanya akan terlihat pada waktu subuh hingga sekira pukul 07.30 WIB (tergantung cuaca) sehingga pengunjung harus camping terlebih dahulu untuk menikmati keindahan alam ini.
  2. Saat ini (September 2017) belum ada fasilitas MCK (sumber air belum ditata) di lokasi bukit Pasir Jaka, sehingga harus benar-benar difikirkan sebelum memutuskan camping di sana.